ANALISIS HUKUM WARIS TERHADAP HAK WARIS ANAK PEREMPUAN DALAM ADAT BILATERAL DI DESA KONDANGSARI KECAMATAN BEBER KABUPATEN CIREBON MENURUT PRESPEKTIF HUKUM ISLAM

Rifqi Arief Maulana, (2026) ANALISIS HUKUM WARIS TERHADAP HAK WARIS ANAK PEREMPUAN DALAM ADAT BILATERAL DI DESA KONDANGSARI KECAMATAN BEBER KABUPATEN CIREBON MENURUT PRESPEKTIF HUKUM ISLAM. Bachelor thesis, S1- Hukum Keluarga Islam UIN SSC.

[img] Text
2283110092_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2283110092_2_bab1.pdf

Download (418kB)
[img] Text
2283110092_6_bab5.pdf

Download (320kB)
[img] Text
2283110092_7_dafpus.pdf

Download (305kB)

Abstract

Pembagian harta warisan dalam masyarakat Indonesia sering dipengaruhi oleh dua sistem hukum yang berjalan berdampingan, yaitu hukum adat dan hukum Islam. Dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), anak perempuan memiliki kedudukan yang jelas sebagai ahli waris sebagaimana diatur dalam Pasal 176. Namun dalam praktik sosial, ketentuan tersebut tidak selalu diterapkan secara konsisten. Di Desa Kondangsari, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, masyarakat menganut sistem kekerabatan bilateral yang secara prinsip mengakui kedudukan laki-laki dan perempuan sebagai ahli waris. Meskipun demikian, dalam praktik pembagian warisan masih ditemukan ketidakpastian terhadap hak waris anak perempuan yang dipengaruhi oleh norma adat, pertimbangan keluarga, serta konstruksi sosial yang menempatkan laki-laki sebagai penerus utama keluarga. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara ketentuan hukum Islam dengan praktik kewarisan di masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pembagian warisan terhadap anak perempuan dalam adat bilateral serta meninjau kesesuaiannya dengan perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sumber data penelitian terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan masyarakat, tokoh agama, dan pihak yang terlibat dalam pembagian warisan, serta data sekunder yang diperoleh dari literatur dan peraturan terkait hukum waris. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak perempuan diakui sebagai ahli waris dalam adat bilateral, namun praktik pembagian warisan sering dipengaruhi oleh musyawarah keluarga dan pertimbangan sosial, sehingga tidak selalu sesuai dengan ketentuan hukum waris Islam yang telah menetapkan bagian secara jelas bagi setiap ahli waris. Kata Kunci : Hukum Waris; Hukum Adat Bilateral; Hukum Islam

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: Eka Cahya Nugraha
Date Deposited: 14 Jul 2026 05:01
Last Modified: 14 Jul 2026 05:01
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18381

Actions (login required)

View Item View Item