Andrah Septino Pramudji, (2026) Pluralisme Adat Dalam Praktik Pernikahan Masyarakat Betawi (Studi Etnografi Di Kelurahan Kapuk Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat). Bachelor thesis, S1- Hukum Keluarga Islam UIN SSC.
|
Text
2283110079_1_cover.pdf Download (831kB) |
|
|
Text
2283110079_2_bab1.pdf Download (481kB) |
|
|
Text
2283110079_6_bab5.pdf Download (264kB) |
|
|
Text
2283110079_7_dafpus.pdf Download (304kB) |
Abstract
Pernikahan adat Betawi merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat yang mengandung nilai sosial, simbolik, dan religius. Namun, perkembangan modernisasi dan kondisi masyarakat yang semakin heterogen menyebabkan terjadinya perubahan dalam praktik pernikahan adat Betawi, khususnya di Kelurahan Kapuk. Tradisi pernikahan adat Betawi saat ini mengalami perpaduan dengan budaya lain serta pengaruh budaya modern dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pelaksanaan pernikahan adat Betawi di Kelurahan Kapuk yang mencerminkan adanya pluralisme budaya, mengetahui pengaruh budaya luar dalam praktik pernikahan masyarakat Betawi di Kelurahan Kapuk beserta bentuk penyesuaiannya, serta mengetahui upaya masyarakat Betawi dalam mempertahankan keserasian adat pernikahan di tengah dinamika sosial dan budaya di Kelurahan Kapuk melalui perspektif etnografik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pasangan pengantin, tokoh masyarakat, serta tokoh agama di Kelurahan Kapuk. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan teori akulturasi budaya John W. Berry dan pendekatan etnografi Clifford Geertz untuk memahami makna sosial dan budaya dalam praktik pernikahan adat Betawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pernikahan adat Betawi di Kelurahan Kapuk mencerminkan adanya pluralisme budaya melalui perpaduan adat Betawi dengan budaya lain seperti Jawa dan Sunda. Pengaruh budaya luar terlihat dari penggunaan konsep pernikahan modern, penyederhanaan prosesi adat, serta masuknya unsur budaya modern dalam pelaksanaan pernikahan. Dalam perspektif akulturasi budaya, masyarakat tetap mempertahankan identitas budaya Betawi melalui simbol-simbol adat seperti palang pintu, roti buaya, dan marawis meskipun telah mengalami penyesuaian dengan perkembangan zaman. Upaya pelestarian adat dilakukan melalui peran keluarga, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dalam mempertahankan nilai budaya Betawi di tengah perubahan sosial masyarakat modern. Kata Kunci: Pernikahan Adat Betawi, Pluralisme Budaya, Akulturasi Budaya, Etnografi, Modernisasi
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah) |
| Depositing User: | Eka Cahya Nugraha |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 05:11 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 05:11 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18386 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

