Arya Nur Hidayat, (2026) Analisis Pembagian Waris Adat dalam Perspektif Fikih Mawaris dan Kompilasi Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Salakadomas, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan). Bachelor thesis, S1- Hukum Keluarga Islam UIN SSC.
|
Text
2008201126_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2008201126_2_bab1.pdf Download (592kB) |
|
|
Text
2008201126_6_bab5.pdf Download (225kB) |
|
|
Text
2008201126_7_dafpus.pdf Download (453kB) |
Abstract
Praktik pembagian waris adat di Desa Salakadomas masih mempertahankan mekanisme musyawarah keluarga sebagai dasar utama dalam menentukan bagian ahli waris. Dalam praktiknya, pembagian tidak selalu mengikuti ketentuan bagian faraidh sebagaimana diatur dalam Fikih Mawaris, melainkan didasarkan pada kesepakatan bersama demi menjaga keharmonisan keluarga. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian praktik tersebut dengan ketentuan hukum Islam serta bagaimana kedudukan dan pemenuhan hak para ahli waris dalam perspektif Fikih Mawaris dan Kompilasi Hukum Islam. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian praktik pembagian waris adat di Desa Salakadomas dengan Fikih Mawaris dan Kompilasi Hukum Islam serta menelaah kedudukan dan pemenuhan hak para ahli waris dalam praktik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan ahli waris, tokoh masyarakat, dan aparat pemerintah desa, serta data sekunder berupa literatur fikih, peraturan perundang-undangan, dan Kompilasi Hukum Islam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembagian waris adat di Desa Salakadomas belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Fikih Mawaris karena pembagian bagian ahli waris tidak selalu mengikuti proporsi faraidh secara normatif. Namun, dalam perspektif Kompilasi Hukum Islam, praktik tersebut masih dapat dibenarkan sepanjang dilakukan berdasarkan musyawarah dan kesepakatan seluruh ahli waris tanpa adanya unsur paksaan. Kedudukan ahli waris pada dasarnya telah diakui sesuai dengan ketentuan hukum Islam, tetapi pemenuhan haknya dalam praktik lebih menekankan asas keadilan menurut persepsi keluarga dibandingkan keadilan normatif sebagaimana diatur dalam faraidh. Dengan demikian, praktik pembagian waris adat di Desa Salakadomas mencerminkan perpaduan antara hukum adat dan hukum Islam yang lebih menonjolkan asas musyawarah dan kekeluargaan. Kata kunci: waris adat; Fikih Mawaris; Kompilasi Hukum Islam; musyawarah; hak ahli waris.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah) |
| Depositing User: | Eka Cahya Nugraha |
| Date Deposited: | 14 Jul 2026 07:29 |
| Last Modified: | 14 Jul 2026 07:29 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18429 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

