Muhammad Aldi, (2026) Pengaruh Perkembangan Perbankan Syariah, Inflasi, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kemiskinan di Indonesia Tahun 2015-2024. Bachelor thesis, S1- Ekonomi Syariah UIN SSC.
|
Text
2282120034_1_cover.pdf Download (627kB) |
|
|
Text
2282120034_2_bab1.pdf Download (276kB) |
|
|
Text
2282120034_6_bab5.pdf Download (103kB) |
|
|
Text
2282120034_7_dafpus.pdf Download (258kB) |
Abstract
Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan utama dalam pembangunan di Indonesia yang bersifat kompleks dan multidimensional, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Dalam konteks perekonomian modern, perkembangan sektor keuangan, khususnya perbankan syariah, diharapkan mampu meningkatkan inklusi keuangan serta memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat. Di sisi lain, inflasi dan pertumbuhan ekonomi merupakan indikator makroekonomi yang mencerminkan stabilitas dan kinerja perekonomian yang juga berpotensi memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perkembangan perbankan syariah, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif asosiatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dalam bentuk time series selama periode 2015–2024. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS, yang meliputi uji asumsi klasik, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi (R²) untuk mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, perkembangan perbankan syariah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, yang berarti bahwa peningkatan aset dan aktivitas perbankan syariah mampu menurunkan tingkat kemiskinan melalui peningkatan akses pembiayaan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara itu, inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, yang mengindikasikan bahwa perubahan tingkat harga tidak secara langsung memengaruhi tingkat kemiskinan dalam periode penelitian. Pertumbuhan ekonomi juga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kemiskinan, meskipun memiliki arah hubungan positif. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Namun demikian, nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa variasi kemiskinan sebagian besar dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa kemiskinan merupakan fenomena yang kompleks sehingga memerlukan pendekatan kebijakan yang lebih komprehensif. Kata Kunci: Perbankan Syariah, Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 06:04 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 06:04 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18774 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

