KRISTYANTY, (2026) ANALISIS SIMPANAN BERJANGKA DALAM AKAD MUDHARABAH DI BMT MANBAUL ULUM KECAMATAN DUKUPUNTANG KABUPATEN CIREBON PERSPEKTIF FATWA DSN NOMOR 115/DSNMUI/IX/2017 TENTANG MUDHARABAH. Bachelor thesis, S1-Pariwisata Syariah UIN SSC.
|
Text
2283120081_1_cover.pdf Download (892kB) |
|
|
Text
2283120081_2_bab1.pdf Download (335kB) |
|
|
Text
2283120081_6_bab5.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
2283120081_7_dafpus.pdf Download (197kB) |
Abstract
Simpanan berjangka dengan akad mudharabah merupakan salah satu produk penghimpunan dana yang banyak digunakan oleh lembaga keuangan syariah, termasuk Baitul Maal Wat Tamwil. Dalam pelaksanaannya, akad mudharabah harus berpedoman pada prinsip-prinsip syariah sebagaimana diatur dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 115/DSN-MUI/IX/2017. Namun, pada praktiknya masih ditemukan perbedaan antara ketentuan normatif fatwa dengan implementasi di lapangan, khususnya dalam mekanisme pembagian hasil dan transparansi akad. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan simpanan berjangka dalam akad mudharabah di Baitul Mal Wat Tamwil Manbaul Ulum Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon serta meninjau kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI Nomor 115/DSN-MUI/IX/2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan pengelola Baitul Mal Wat Tamwil dan Dewan Pengawas Syariah (DPS), observasi terhadap pelaksanaan produk simpanan berjangka, serta dokumentasi yang berkaitan dengan akad mudharabah. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, mekanisme simpanan berjangka dengan akad mudharabah di BMT Manbaul Ulum telah berjalan sesuai konsep umum, di mana nasabah sebagai shahibul maal dan BMT sebagai mudharib dengan sistem bagi hasil berdasarkan nisbah yang disepakati, melalui tahapan pengajuan, akad, pengelolaan dana, hingga pembagian hasil saat jatuh tempo. Kedua, ditinjau dari perspektif Fatwa DSN-MUI Nomor 115/DSN-MUI/IX/2017, pelaksanaan akad belum sepenuhnya sesuai, khususnya terkait pemberian estimasi keuntungan yang berpotensi menimbulkan persepsi jaminan hasil. Prinsip syariah seperti kesepakatan nisbah dan pengelolaan secara amanah telah diterapkan, namun masih terdapat indikasi penentuan hasil yang menyerupai sistem tetap. Meskipun demikian, keberadaan Dewan Pengawas Syariah menunjukkan adanya pengawasan dalam operasional BMT. Kata Kunci: Simpanan Berjangka, Akad Mudharabah, Fatwa DSN-MUI No. 115, BAITUL MAL WAT TAMWIL.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Ekonomi Islam (Muamalah) |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 06:25 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 06:25 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18788 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

