Maela Lathifah, (2026) ANALISIS HERMENEUTIKA FILOSOFIS HANS-GEORG GADAMER TERHADAP PENAFSIRAN KATA AL-‘ALIM DAN AL-KHABIR DALAM TAFSIR AL-KASYAF KARYA AZ-ZAMAKHSYARI. Bachelor thesis, S1- IAT.
|
Text
2285130010_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2285130010_2_bab1.pdf Download (537kB) |
|
|
Text
2285130010_6_bab5.pdf Download (434kB) |
|
|
Text
2285130010_7_dafpus.pdf Download (365kB) |
Abstract
Asma’ul Husna merupakan konsep fundamental dalam tradisi islam yang tidak hanya berfungsi sebagai liturgi spiritual, tetapi juga menjadi medan perdebatan teologis yang Panjang. Di antara nama-nama Allah, al-‘Alim dan al-Khabir menjadi titik ketegangan antara aliran Mu’tazilah dan Asy’ariyah , khususnya dalam persoalan apakah sifat-sifat Allah bersifat hakiki atau sekedar konseptual demi menjaga kemurnian tauhid. Penelitian ini berfokus pada penafsiran Az-Zamakhsyari terhadap al-‘Alim dan al-Khabir dalam tafsir al-Kasyaf, serta relevansinya bagi konteks pemikiran kontemporer, mengingat kajian yang ada selama ini cenderung terbatas pada analisis filologis atau deskripsi teologi Mu’tazilah secara umum. Penelitian ini menjawab tiga rumusan masalah yakni bagaimana cakrawala teks al-‘Alim dan al-Khabir secara sosiologis-historis dan teologis, bagaimana tradisi serta otoritas tafsir membentuk penafsiran Az-Zamakhsyari , dan bagaimana peleburan cakrawala anatara penafsiran tersebut dengan konteks modern dapat mengungkap makna relevan bagi pembaca masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kepustakaandengan kerangka hermenutika filosofis Hans-Georg Gadamer, yang mencakup tiga momen analisis yaitu verstehen, auslegung, dan anwendung. Sumber primer utama adalah tafsir al-Kasyaf karya Az- Zamakhsyari. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kata al-‘Alim tersebar dalam 32 ayat dan al-Khabir dalam 6 ayat, mencakup seluruh fase pewahyuan dari Makkiyah awal hingga Madaniyah akhir. Az-Zamakhsyari menafsirkan al-‘Alim melalui empat pola pemikiran dan al-Khabir melalui tiga pola yang keseluruhannya dipengaruhi oleh prasangka Mu’tazilah berupa penekanan pada rasionalitas dan tanzih. Peleburan cakrawala antara penafsiran Az-Zamakhsyari dan konteks masa kini menghasilakn tiga implikasi yaitu terbentuknya etika muraqabah yang otentik di era pengawasan digital, sikap rendah hati intelektual dalam menghadapi penyebaran informasi yang rentan hoaks, serta konsep tawakal yang lebih matang dalam menghadapi ketidakpastian hidup.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | H. Tohirin S.Ag |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 02:52 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 02:52 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19346 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

