MAKNA TRADISI MEMBERSIHKAN MUSHAF AL-QUR'AN PENINGGALAN SYEKH DINURJA: ANALISIS HERMENEUTIKA WILLIAM DILTHEY PADA MASYARAKAT DESA SITIWINANGUN, JAMBLANG, CIREBON

Ulfiyatu Saadah, (2026) MAKNA TRADISI MEMBERSIHKAN MUSHAF AL-QUR'AN PENINGGALAN SYEKH DINURJA: ANALISIS HERMENEUTIKA WILLIAM DILTHEY PADA MASYARAKAT DESA SITIWINANGUN, JAMBLANG, CIREBON. Bachelor thesis, S1- IAT.

[img] Text
2285130059_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2285130059_2_bab1.pdf

Download (410kB)
[img] Text
2285130059_6_bab5.pdf

Download (236kB)
[img] Text
2285130059_7_dafpus.pdf

Download (283kB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang makna tradisi pembersihan mushaf Al-Qur’an kuno peninggalan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Tradisi ini merupakan bagian dari praktik keagamaan yang tidak hanya sekadar kegiatan fisik untuk menjaga kebersihan mushaf, tetapi juga mengandung penghayatan dan pemahaman makna yang khas dalam setiap proses tradisi. Tradisi ini membentuk nilai-nilai spritualitas, solidaritas serta penghayatan kolektif masyarakat desa Sitiwinangun. Penelitian ini memfokuskan pada tiga rumusan masalah yakni bagaimana penghayatan masyarakat terhadap mushaf kuno Syekh Dinurja, bagaimana bentuk tradisi pembersihan mushaf tersebut dan bagaimana pemahaman masyarakat dalam memaknai tradisi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi parsipatif dan dokumentasi. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori triangulasi William Dilthey yakni Erlebnis (penghayatan), Ausdruck (ekspresi) dan Verstehen (pemahaman) dalam praktik budaya dan keagamaan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga temuan penting. Pertama, bagi masyarakat tradisi ini menjadi wujud nyata dari upaya untuk menjaga warisan budaya yang dianggap mempunyai keberkahan. Pelaksanaan tradisi yang dilakukan setiap tahunnya ini membentuk ekspresi dan ruang spritual bersama. Kedua, bentuk ekspresi tampak dalam cara duduk, cara bergiliran untuk membersihkan mushaf, serta suasana emosional yang hadir dalam tradisi tersebut. Ketiga, tradisi ini bukan hanya ritual, tetapi juga bentuk simbolis hubungan dengan Tuhan, para leluhur, solidaritas antar sesama serta hubungan dengan diri sendiri.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 30 Jul 2026 06:20
Last Modified: 30 Jul 2026 06:20
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19386

Actions (login required)

View Item View Item