ANALISIS AKURASI ARAH KIBLAT TEMPAT SALAT DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SIBER SYEKH NURJATI CIREBON PERSPEKTIF ILMU FALAK DAN FIKIH LIMA MAZHAB

Syifaul Qulub, (2026) ANALISIS AKURASI ARAH KIBLAT TEMPAT SALAT DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SIBER SYEKH NURJATI CIREBON PERSPEKTIF ILMU FALAK DAN FIKIH LIMA MAZHAB. Bachelor thesis, S1-Ilmu Falak UIN SSC.

[img] Text
2283140007_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2283140007_2_bab1.pdf

Download (422kB)
[img] Text
2283140007_6_bab5.pdf

Download (516kB)
[img] Text
2283140007_7_dafpus.pdf

Download (464kB)

Abstract

Arah kiblat merupakan salah satu syarat sah pelaksanaan ibadah salat dalam Islam. Sebagai institusi pendidikan tinggi Islam, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon berkewajiban memastikan seluruh fasilitas ibadah di lingkungan kampus memiliki arah kiblat yang terverifikasi secara ilmiah dan syar'i. Namun, penentuan arah kiblat di berbagai tempat salat kampus diduga belum sepenuhnya menggunakan metode ilmu falak yang presisi, sehingga berpotensi terjadi deviasi yang berdampak pada keabsahan ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat akurasi arah kiblat pada sembilan lokasi tempat salat di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan menganalisis relevansinya dengan pandangan fikih lima mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali, dan Ja'fari). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran langsung menggunakan instrumen ilmu falak berbasis koordinat geografis, serta kajian pustaka terhadap kitab-kitab fikih lima mazhab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa azimuth kiblat untuk wilayah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berada pada kisaran 294° 52' hingga 294° 53'. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat deviasi arah kiblat pada tempat-tempat salat di lingkungan kampus memiliki variasi yang berbeda-beda. Lokasi dengan deviasi terbesar terdapat pada Masjid Al-Jami’ah (23˚–24˚) dan Fakultas Syariah (21˚–22˚) yang menurut mazhab Syafi’i dinilai tidak aman karena telah melenceng jauh dari titik Ka‘bah sehingga memerlukan reposisi saf, sedangkan mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali masih menganggapnya sah karena tetap berada dalam arah umum kiblat (jihah al-ka‘bah). Adapun mazhab Imamiyah (Ja‘fari) menegaskan perlunya koreksi arah saf setelah diketahui adanya data pengukuran yang lebih akurat. Pada Gedung Siber (13˚–14˚) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (12˚–13˚), mazhab Syafi’i menilai deviasi tersebut cukup berisiko sehingga perlu penyesuaian saf, sementara mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali tetap menganggapnya sah, dan mazhab Imamiyah menganjurkan perbaikan berdasarkan hasil pengukuran modern seperti Mizwala. Selanjutnya, Pascasarjana Gedung B (8˚–10˚), Pascasarjana Gedung A (5˚–8˚), Fakultas Dakwah/Tarbiyah (5˚–7˚), serta Ma’had Al-Jami‘ah (4˚–6˚) termasuk kategori deviasi kecil yang masih dapat ditoleransi dalam ijtihad menurut mazhab Syafi’i, bahkan Ma’had Al-Jami‘ah dinilai sebagai lokasi paling akurat. Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali juga menilai seluruh lokasi tersebut sah dan aman secara toleransi hukum, sedangkan mazhab Imamiyah tetap menganjurkan koreksi ringan sebagai bentuk ihtiyat (kehati-hatian) dan penyesuaian terhadap data pengukuran yang lebih presisi. Kata kunci: Arah Kiblat;Ilmu Falak;Fikih Lima Mazhab; Azimuth; UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 04 Aug 2026 02:00
Last Modified: 04 Aug 2026 02:00
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19499

Actions (login required)

View Item View Item