Tradisi Bowo dan Malnutrisi pada Etnik Nias

Ramdhani, Suciyadi (2016) Tradisi Bowo dan Malnutrisi pada Etnik Nias. Kanisius, Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Nias Barat_FULL.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Malnutrisi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian khusus pemerintah Kabupaten Nias Barat. Hal ini dibuktikan dengan adanya Panti Pemulihan Gizi (PPG) yang merupakan fasilitas kesehatan khusus bagi anak-anak Nias Barat yang menderita malnutrisi. Fasilitas tersebut dibuat mengingat kasus malnutrisi yang terus muncul di Nias Barat, termasuk di Kecamatan Sirombu yang telah menjadi lokus penelitian ini. Beragam upaya telah dilakukan untuk mengentaskan malnutrisi, mulai dari pemberian bantuan makanan, penyuluhan, dan tempat pemulihan gizi anak. Alih-alih upaya top-down tersebut telah dilakukan, nyatanya malnutrisi bukan menjadi persoalan serius bagi sebagian besar masyarakatnya. Dalam pandangan masyarakat, anak malnutrisi hanya disebut sebagai afuo atau layaknya anak kurus yang terbentuk secara alamiah. Oleh karena adanya pandangan seperti itu, maka beragam faktor yang menjadi penyebab terjadinya malnutrisi dalam pandangan kesehatan modern seperti pentingnya asupan gizi dalam makanan anak, tidak menjadi perhatian penting bagi keluarga-keluarga yang anaknya menderita malnutrisi. Dengan kata lain, malnutrisi dianggap bukan merupakan masalah kesehatan. Keluarga akan menganggap seorang anak sakit ketika terjadi gejala-gejala yang bisa dirasakan secara langsung seperti demam, batuk, atau kelainan lainnya dalam tubuh. Namun dibalik itu, sebenarnya mereka menyadari bahwa ekonomi keluarga telah menjadi alasan utama yang mempengaruhi kesehatan anaknya. Konsumsi makanan sehari-hari dibatasi oleh kondisi keuangan yang tidak begitu baik. Dengan hanya mengandalkan hasil pertanian berskala kecil, keluarga-keluarga tersebut tidak memiliki banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih makanan yang mereka konsumsi. Fakta lain menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga yang baru melangsungkan perkawinan beberapa tahun ke belakang, terikat oleh hutang pesta perkawinan sehingga pendapatan keluarga sebagian besar dialokasikan untuk membayar hutang-hutang tersebut, sedangkan membeli bahan makanan bukan merupakan prioritas utama.

[error in script]
Item Type: Book
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
Divisions: Karya Ilmiah > Buku
Depositing User: Jurusan Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Date Deposited: 15 Oct 2019 08:55
Last Modified: 15 Oct 2019 08:55
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/3204

Actions (login required)

View Item View Item