Budaya Patriarki Dalam Komunikasi Keluarga Pada Film Layangan Putus Karya Mommy ASF (Kajian Semiotika Teori Ferdinand De Saussure)

Suaibah Aslamiah, (2023) Budaya Patriarki Dalam Komunikasi Keluarga Pada Film Layangan Putus Karya Mommy ASF (Kajian Semiotika Teori Ferdinand De Saussure). Bachelor thesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon S1 KPI.

[img]
Preview
Text
1808302112_1_cover.pdf

Download (866kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1808302112_2_bab1.pdf

Download (319kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1808302112_6_bab5.pdf

Download (214kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1808302112_7_dafpus.pdf

Download (105kB) | Preview

Abstract

Budaya patriarki yang memberikan pengaruh bahwa laki-laki itu lebih kuat dan berkuasa daripada perempuan, sehingga isteri memiliki keterbatasan dalam menentukan pilihan atau keinginan dan memiliki kecenderungan untuk menuruti semua keinginan suami, bahkan keinginan yang buruk sekalipun. Pada film yang berjudul Layangan Putus mengisahkan kehidupan rumah tangga seseorang yang dapat dikatakan sebuah kegagalan dalam berkeluarga. Hal tersebut bermula pada peristiwa perselingkuhan yang dilakukan suami. Tentunya terdapat budaya patriarki yang berujung perselisihan dan gejolak dalam rumah tangga sehingga mengakibatkan tidak harmonisnya hubungan antara suami-isteri. Rumusan masalah dalam penelitian ini ada tiga, yaitu (1) Bagaimana gambaran umum alur cerita film Layangan Putus ? (2) Bagaimana representasi budaya patriarki dalam komunikasi keluarga pada film Layangan Putus ? (3) Bagaimana representasi dampak budaya Patriarki mewarnai komunikasi dalam keluarga pada film Layangan Putus ?. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui gambaran umum alur cerita film Layangan Putus, (2) Untuk mengetahui representasi budaya patriarki dalam komunikasi keluarga pada film Layangan Putus, (3) Untuk mengetahui representasi dampak budaya Patriarki dalam komunikasi keluarga pada film Layangan Putus. Dalam penelitian ini metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika. Adapun teknik analisis data yang digunakan ialah teori semiotika dari Ferdinand De Saussure. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa data yang terdapat pada film Layangan Putus dan data sekunder yakni skripsi, jurnal dan literature lainnya. Berdasarkan hasil analisis penelitian dan pembahasan, penulis menyimpulkan bahwa gambaran film ini terdapat budaya patriarki seperti yang terdapat di scene 1 (Eps. 6 B menit 28:16) yaitu Suami memarahi isterinya untuk menutupi kebohongan bahwa dia telah pergi bersama selingkuhannya. Scane 2 (Eps. 7 A menit 32:57) yaitu suami tidak mau disalahkan oleh isterinya, padahal itu adalah kesalahannya. Tetapi malah berbalik menyalahkan isterinya. Scene 3 (Eps. 8 B menit 16:04) yaitu suami bersikap egois, hanya mementingkan perasaan dirinya, tanpa melihat bagaimana perasaan isterinya jika dipoligami. juga terdapat dampak budaya patriarki seperti terdapat di scene 4 (Eps. 8 B menit 16:04) yaitu isteri mengalami keguguran karena mengalami stres dan sering bertengkar dengan suaminya. Scene 5 (EpsB menit 15:00) yaitu anak tidak mendapat perhatian dan merasa tidak bahagia. Scene 5 (Eps. 10 B menit 19:00) yaitu perceraian.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: Semiotika, Budaya Patriarki, Ferdinand De Saussure
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 15 May 2023 08:58
Last Modified: 15 May 2023 08:58
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/10306

Actions (login required)

View Item View Item