Pola Integrasi Nilai-Nilai Kebangsaan Pada Pembelajaran PAI Di SMK Ponpes Cadangpinggan-Indramayu

Aminudin, (2019) Pola Integrasi Nilai-Nilai Kebangsaan Pada Pembelajaran PAI Di SMK Ponpes Cadangpinggan-Indramayu. Masters thesis, S-2 Pendidikan Agama Islam.

[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. BAB I.pdf

Download (301kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. BAB V.pdf

Download (662kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. DAPUS.pdf

Download (203kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini fokus utama kajiannya adalah membahas tentang Pola Integrasi Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kebangsaan dengan mengambil studi kasus di SMK Cadangpinggan Kabupaten Indramayu Jawa Barat. PAI berbasis kebangsaan sangat urgen untuk dikaji dan di teliti dalam rangka mewujudkan inklusifism-teologi bagi suatu lembaga pendidikan. Sistem itu juga untuk meng-counter merebaknya paham ekslusifism-teologis bercirikan radikalisme yang telah merambah dunia pendidikan. Oleh karenanya, pembelajaran PAI berbasis nilai-nilai kebangsaan untuk siswa diperlukan sebagai bentuk pengamalan pola pendidikan yang tidak bertentangan dengan ajaran agama, juga landasan konstitusi Pancasila. Temuan penelitian dan kesimpulan utama penelitian ini bahwa secara sistemik, guru PAI bisa mengintegrasikan ajaran Islam dengan wawasan kebangsaan dalam kegiatan belajar mengajarnya (KBM). Hal itu telah terbukti ketika guru PAI memilih pola pengajaran dengan menerapkan nilai-nilai cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, meneguhkan dan mengamalkan Pancasila, rela berkorban untuk bangsa dan negara juga memantapkan bela negara di SMK Cadangpinggan Indramayu. Dengan demikian, Nilai-nilai kebangsaan sudah terdapat dan diintegrasikan dalam KBM PAI di SMK Cadangpinggan Indramayu. Akan tetapi, kelima nilai tersebut tidak selalu dominan di setiap KBM yang dilaksanakan. Nilainilai yang terintegrasi cenderung inklusif adalah cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, dan memiliki kemampuan awal bela negara. Adapun nilai yang paling dominan adalah nilai kesadaran berbangsa dan bernegara yang dijelaskan masih agak cenderung eksklusif, karena keuniversalan nilai tersebut. Metode penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif, dengan jenis penelitian yang menitikberatkan pada kajian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data didapat berasal dari sumber data berasal dari data primer (primary sources) maupun data pendukung (secondary source). Data primer berupa hasil wawancara dari civitas akademika SMK Cadangpinggan. Data pendukung berasal dari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam, seperti buku pelajaran PAI, daftar nilai, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Silabus, dan format evaluasi. Data sekunder lainnya adalah data yang diperoleh melalui literature dan dokumen yang relevan dengan kajian penelitian ini, seperti jurnal-jurnal, tesis, disertasi, makalah dan prosiding, seminar, kitab-kitab, buku, modul, koran, bulletin, web, dan data-data pendukung lainnya. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggabungkan data hasil wawancara, studi dokumen, dan studi pustaka. analisa data dengan menggunakan teknik proses pengumpulan data triangulasi dengan analisis penelitian yang berdasarkan pada filsafat postpositifisme pendidikan. Kata Kunci: Guru, Pendidikan Agama Islam, Kebangsaan, Nasionalisme, bela Negara

[error in script]
Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Pendidikan > Teori dan Praktek Pendidikan > Pendidikan Menengah dan Pendidikan Menengah Atas
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 1. Pendidikan Agama Islam
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 06 Feb 2024 03:46
Last Modified: 01 Mar 2024 07:32
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/12615

Actions (login required)

View Item View Item