Manajemen Fundraising Infak dan Shadaqoh Pada Lazismu Kota Cirebon dalam Mensejahterakan Yatim Dhuafa Perspektif Undang-Undang No 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat, Infak, dan Shadaqoh.

Sahrul Hilmi, (2024) Manajemen Fundraising Infak dan Shadaqoh Pada Lazismu Kota Cirebon dalam Mensejahterakan Yatim Dhuafa Perspektif Undang-Undang No 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat, Infak, dan Shadaqoh. Bachelor thesis, S1-Hukum Ekonomi Syariah UIN SSC.

[img] Text
2108202029_1_cover.pdf

Download (967kB)
[img] Text
2108202029_2_bab1.pdf

Download (469kB)
[img] Text
2108202029_6_bab5.pdf

Download (137kB)
[img] Text
2108202029_7_dafpus.pdf

Download (215kB)

Abstract

Manajemen fundraising infak dan shadaqoh di LAZISMU Kota Cirebon memiliki peran penting dalam mensejahterakan yatim dhuafa. Dilihat dalam persepektif Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Infak, dan Shadaqoh. Pada pasal 18 ayat (2) huruf (c), “mendapatkan rekomendasi dari BAZNAS.” LAZISMU Kota Cirebon hanya berkolaborasi saja, hal ini belum sesuai dengan peraturan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui LAZISMU Kota Cirebon dalam mensejahterakan yatim dhuafa, manajemen fundraising yang dilakukkan oleh LAZISMU Kota Cirebon dalam perspektif Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Infak, dan Shadaqoh, untuk mengetahui tantangan dan solusi dalam manajemen fundraising infak dan shadaqoh. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis kejadian dan fenomena sosial. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pertama, Indikator keberhasilan pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat, infak, dan shadaqoh yang dilakukan oleh LAZISMU Kota Cirebon dalam mensejahterakan yatim dhuafa yaitu: (1) Dengan adanya beasiswa dan berbagi untuk dhuafa menjadi angin segar untuk dapat melanjutkan kehidupan dan sekolah agar mereka menjadi lebih baik dan merubah kehidupannya yang lebih baik lagi. (2) Banyaknya para donatur, menjadikan sumbangsih dana zakat, infak, dan shadaqoh yang makin besar dalam mensejahterakan yatim dhuafa. (3) Keberhasilan dari pihak LAZISMU Kota Cirebon dalam mengelola dana zakat, infak, dan shadaqoh sangat baik sehingga banyak orang yang dapat merasakan manfaat dari dana zakat, infak, dan shadaqoh tersebut. Kedua, dalam penerapannya di LAZISMU Kota Cirebon, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengeloaan Zakat ini berperan besar dalam menentukan standar pengelolaan, mulai dari pengumpulan, pendistribusian, hingga pelaporan zakat kepada masyarakat dan pihak terkait. LAZISMU Kota Cirebon berusaha mematuhi ketentuan ini dengan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam pengelolaan zakat sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tertuang dalam Undang-Undang tersebut. Ketiga, dengan adanya tantangan dan peluang yang dihadapi oleh LAZISMU Kota Cirebon menjadikan lembaga ini sebagai lembaga yang siap mengadapi berbagai persoalan-perosalan yang akan dihadapi dan menjadikan lembaga ini menjadi lembaga yang dapat dipercaya oleh umat. Dengan adanya peluang yang ada sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, menjadikan lembaga yang fokus kepada kemaslahtan umat. Apalagi LAZISMU Kota Cirebon dibawah naungan Muhammadiyah organisasi terbesar di Indonesia. Kata Kunci: Manajemen Fundraising, Infak dan Shadaqoh, Yatim Dhuafa, LAZISMU Kota Cirebon.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Ekonomi Islam (Muamalah)
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 24 Feb 2025 06:45
Last Modified: 24 Feb 2025 06:45
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/14864

Actions (login required)

View Item View Item