Perlindungan Hak Perempuan Dalam Kesehatan Reproduksi Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.28 Tahun 2024 (Studi Kasus Uptd Puskesmas Jatibarang)

Aliah Kasyah Maharani, (2026) Perlindungan Hak Perempuan Dalam Kesehatan Reproduksi Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.28 Tahun 2024 (Studi Kasus Uptd Puskesmas Jatibarang). Bachelor thesis, S1-Hukum Tatanegara Islam UIN SSC.

[img] Text
2008206046_1_cover.pdf

Download (610kB)
[img] Text
2008206046_2_bab1.pdf

Download (385kB)
[img] Text
2008206046_6_bab5.pdf

Download (73kB)
[img] Text
2008206046_7_dafpus.pdf

Download (136kB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perlindungan hak perempuan. Hak perempuan adalah hak-hak yang melekat pada setiap perempuan sebagai bagian dari hak asasi manusia (HAM) yang bersifat universal, tidak dapat dicabut, dan berlaku tanpa diskriminasi. Dalam kesehatan reproduksi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, adalah keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada laki-laki dan perempuan. Dengan studi kasus di UPTD Puskesmas Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pentingnya pemenuhan hak kesehatan reproduksi sebagai bagian dari hak asasi manusia, khususnya bagi perempuan yang memiliki kebutuhan dan kerentanan khusus. Meskipun telah terdapat regulasi yang menjamin hak tersebut, dalam praktiknya masih banyak ditemukan hambatan, baik dari segi ketersediaan layanan, keterbatasan tenaga medis, stigma sosial, hingga rendahnya kesadaran masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan tenaga medis Puskesmas Jatibarang.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPTD Puskesmas Jatibarang telah melakukan berbagai upaya implementasi PP No. 28 Tahun 2024, antara lain melalui pelayanan kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, serta edukasi reproduksi remaja. Banyak juga sebagian masyarakat yang sudah menyadari betapa pentingnya kesehatan reproduksi ini ada pun yang masih belum paham tentang kesehatan reproduksi ini. Faktor pendukung utama adalah sosialisasi yang dilakukan tenaga medis Puskesmas Jatibarang tepat sasaran dan banyak masyarakat yang cerdas menanggapi informasi yang di sampaikan tenaga medis, sementara kendala yang dihadapi ada beberapa desa yang masih belum pendapatkan informasi tentang kesehatan reprodukasi. Kata Kunci: Hak Perempuan, Kesehatan Reproduksi, PP No. 28 Tahun 2024, UPTD Puskesmas Jatibarang, Hak Asasi Manusia.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 10 Apr 2026 01:51
Last Modified: 10 Apr 2026 01:51
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/17719

Actions (login required)

View Item View Item