Intan Agif Maulia, (2026) Implementasi Pembinaan Teritorial Babinsa Dalam Mencegah Kenakalan Remaja Didesa Jagapura Wetan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia. Bachelor thesis, S1-Hukum Tatanegara Islam UIN SSC.
|
Text
2283130033_1_cover.pdf Download (909kB) |
|
|
Text
2283130033_2_bab1.pdf Download (677kB) |
|
|
Text
2283130033_6_bab5.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
2283130033_7_dafpus.pdf Download (468kB) |
Abstract
Kenakalan remaja merupakan salah satu permasalahan sosial yang berdampak langsung terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat desa. Desa Jagapura Wetan sebagai bagian dari wilayah teritorial TNI tidak terlepas dari potensi munculnya perilaku menyimpang remaja seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan minuman keras, serta tindakan kriminal ringan. Dalam konteks tersebut, peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) menjadi sangat strategis melalui kegiatan pembinaan teritorial sebagai upaya pencegahan dini. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, Babinsa memiliki tugas melaksanakan pembinaan teritorial untuk menyiapkan wilayah pertahanan dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat¹. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembinaan teritorial Babinsa dalam mencegah kenakalan remaja di Desa Jagapura Wetan serta mengkaji kesesuaiannya dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan aktor kebijakan dan tokoh masyarakat, observasi partisipatif terhadap forum-forum musyawarah publik, serta telaah dokumen kebijakan daerah, Sumber data terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan Babinsa, perangkat desa, dan tokoh masyarakat di Desa Jagapura Wetan, serta data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan dokumen terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembinaan teritorial Babinsa di Desa Jagapura Wetan telah dilaksanakan melalui kegiatan komunikasi sosial, pembinaan kesadaran bela negara, serta kerja sama dengan aparat desa dan masyarakat dalam pembinaan remaja. Upaya tersebut berkontribusi dalam menekan potensi kenakalan remaja dan meningkatkan kesadaran hukum serta disiplin sosial di kalangan generasi muda. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana pendukung dan belum optimalnya partisipasi remaja secara berkelanjutan, sehingga diperlukan penguatan sinergi lintas sektor agar pembinaan teritorial Babinsa dapat berjalan lebih efektif. Kata kunci: Babinsa, Pembinaan Teritorial, Kenakalan Remaja, Desa Jagapura Wetan, TNI.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > KZ Law of Nations |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 02:57 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 02:57 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/17729 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

