Ubaedillah,, (2025) Kesetaraan Gender dalam Fiqih PAI : Analisis Konten dan Relevansi Pendekatan Mubadalah di Mts As-Salam Gegesik, Cirebon. Masters thesis, S2_Pendidikan Agama Islam.
|
Text
AWALAN -DAFTAR ISI.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (781kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (529kB) |
|
|
Text
DAPUS.pdf Download (646kB) |
Abstract
Dunia Pendidikan adalah poros utama perubahan, dimulai dari Pendidikan dasar terutama SD dan SMP menjadi pondasi kognitif dalam perubahan anak. Tidak terkecuali Pendidikan Fiqih Islam yang menyempurnakan ibadah harian seorang muslim. Namun karena terpengaruh oleh adat dan kebiasaan domestik atau peradaban asing, maka ada bias penerapan Pendidikan Fiqih Islam yang seharusnnya sesuai dengan Fitrah insani mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kesetaraan gender dalam materi ajar Fiqih kelas VII-IXdirektorat KSKK,Direktorat Jendral Pendidikan Islam kementrian agama RI 2020, menguji relevansi Pendekatan Mubadalah sebagai pisau interpretasi, dan mengidentifikasi implikasi pedagogis penerapannya di MTs As-Salam Gegesik, Cirebon. Penelitian kualitatif dengan metode Analisis Konten dan Studi Kepustakaan ini menemukan tiga kesimpulan utama. Pertama, materi ajar Fiqih menunjukkan indikasi bias gender yang bersifat parsial, terutama dalam isu-isu Haid/Nifas (larangan restriktif memasuki masjid dan menyentuh Al-Qur'an) dan Kepemimpinan, yang cenderung berpegang pada interpretasi tradisional dan tekstual sehingga berpotensi memutus akses keagamaan bagi siswi. Kedua, Pendekatan Mubadalah (Kesalingan) terbukti sangat relevan dan esensial untuk diterapkan. Mubadalah menyediakan kerangka metodologis yang progresif dan adil dengan menempatkan laki-laki dan perempuan sebagai subjek yang setara dan saling bertanggung jawab, berhasil menginterpretasi ulang hukum-hukum Fiqih yang bias menjadi lebih humanis dan kontekstual. Ketiga, penerapan Mubadalah memiliki implikasi pedagogis yang transformatif. Implikasi ini mencakup perubahan peran guru dari penyampai hukum tunggal menjadi fasilitator yang mendorong diskusi dan keragaman tafsir, serta peningkatan pemahaman siswa tentang kewajiban Islam yang resiprokal. Hasilnya, tumbuh kesadaran bahwa kepemimpinan dan tanggung jawab adalah milik semua subjek tanpa dibatasi jenis kelamin. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan Kurikulum PAI berbasis keadilan gender dan memperkuat literasi Fiqih progresif di lembaga pendidikan formal. Kata Kunci: Fiqih PAI, Kesetaraan Gender, Pendekatan Mubadalah.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fiqih PAI, Kesetaraan Gender, Pendekatan Mubadalah. |
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman |
| Divisions: | Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Pendidikan Islam > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | tuti alawiyah alawiyah |
| Date Deposited: | 13 Apr 2026 04:32 |
| Last Modified: | 13 Apr 2026 04:32 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/17788 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

