REVITALISASI INTERAKSI SISWA DENGAN GURU DALAM MENGANTISIPASI PERILAKU BODY SHAMING (STUDI KASUS SISWA KELAS IX MTS NEGERI 5 CIREBON)

, Nur Fadliyah (2026) REVITALISASI INTERAKSI SISWA DENGAN GURU DALAM MENGANTISIPASI PERILAKU BODY SHAMING (STUDI KASUS SISWA KELAS IX MTS NEGERI 5 CIREBON). Bachelor thesis, S1 - Tadris Ilmu pengetahuan Sosial.

[img] Text
2281040014_1_cover.pdf

Download (810kB)
[img] Text
2281040014_2_bab1.pdf

Download (340kB)
[img] Text
2281040014_6_bab5.pdf

Download (246kB)
[img] Text
2281040014_7_dafpus.pdf

Download (239kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perilaku body shaming berbentuk perkataan yang mengenai berat badan berlebih, bentuk tubuh yang tidak seperti laki-laki, bentuk kepala yang besar, dan wajah tampak lebih dewasa (dari usia sebenarnya). Body shaming mengakibatkan penurunan kualitas hubungan sosial siswa, rendahnya sikap saling menghargai, kerjasama dan empati. Siswa yang mengalami body shaming cenderung kurang terbuka kepada guru, sementara guru masih kesulitan membedakan candaan dan perilaku body shaming di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku body shaming siswa, interaksi siswa dengan guru mengenai perilaku body shaming, serta revitalisasi interaksi siswa dengan guru dalam mengantisipasi perilaku body shaming di kelas IX MTS Negeri 05 Cirebon. Perilaku body shaming adalah perkataan yang mengomentari bentuk fisik dengan memberi julukan yang merendahkan. Interaksi siswa dengan guru adalah hubungan timbal balik dalam proses pendidikan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Revitalisasi adalah usaha untuk menghidupkan kembali, memperkuat, dan meningkatkan fungsi peran atau sistem untuk mengantisipasi body shaming. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru wali kelas, guru IPS, guru BK, guru kesiswaan, serta siswa kelas IX yang mengalami dan melakukan perilaku body shaming. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Perilaku body shaming berupa komentar yang merendahkan fisik dan pemberian julukan, merupakan salah satu bentuk bullying yang dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, pergaulan teman sebaya, paparan konten negatif, permainan daring, serta candaan fisik yang dilakukan secara berulang. Dampaknya pada penerimaan diri yang rendah, perasaan malu, takut, menarik diri dari lingkungan sosial, serta kesulitan mengelola emosi. 2) Interaksi siswa dengan guru di kelas IX bersifat asosiatif untuk memberikan bimbingan dan motivasi, namun masih terkendala oleh rendahnya keterbukaan siswa. 3) Revitalisasi melalui pendidikan karakter, pendidikan anti-bullying dalam kurikulum, sistem pengaduan yang aman, sikap guru yang responsif, serta penguatan konsep diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa perilaku body shaming di sekolah tidak boleh dibiarkan, karena dapat mempengaruhi hubungan sosial. Oleh karena itu, guru bersikap tegas dan peka terhadap tanda-tanda perilaku body shaming yang dialami siswa.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum)
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 6. Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial
Depositing User: Eka Cahya Nugraha
Date Deposited: 13 Apr 2026 07:35
Last Modified: 13 Apr 2026 07:35
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/17825

Actions (login required)

View Item View Item