Kontribusi Pemikiran Muhammad Abid Al-jabiri terhadap Pendidikan Diera Abad Ke-21

Rahaja Raditiya, (2025) Kontribusi Pemikiran Muhammad Abid Al-jabiri terhadap Pendidikan Diera Abad Ke-21. Masters thesis, S2_Pendidikan Agama Islam.

[img] Text
1. COVER - DAFTAR ISI.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2. BAB I.pdf

Download (320kB)
[img] Text
6. BAB V.pdf

Download (54kB)
[img] Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (243kB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada masalah dominan integrasi yang tidak memadai antara penalaran tekstual, rasionalitas, dan penalaran spiritual dalam kerangka pendidikan Islam abad ke-21, yang memiliki efek merugikan pada tingkat menghafal, menurunkan kapasitas berpikir kritis, dan berkontribusi pada ketidakmampuan dalam kesadaran etis peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti kontribusi perspektif filosofis Muhammad Abid al-Jabiri dalam mengatasi tantangan ini melalui rekonstruksi paradigma epistemologis bayani, burhani, dan irfani, yang berfungsi sebagai fondasi integratif untuk pendidikan Islam kontemporer. Kerangka analitis dari penelitian ini didasarkan pada trilogi epistemologis al￾Jabiri, yang menggabungkan teks, akal, dan intuisi, dan selaras dengan persyaratan pendidikan abad ke-21, seperti pemikiran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi oral￾spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi tokoh (library research). Data dikumpulkan melalui penelusuran artikel ilmiah terindeks (SINTA, Scopus, dan Google Scholar) serta buku-buku primer dan sekunder karya Al-Jabiri. Analisis dilakukan secara tematik terhadap gagasan epistemologi bayani, burhani, dan irfani dalam kaitannya dengan konsep kurikulum, metode, dan evaluasi pendidikan. Fokus penelitian diarahkan untuk menilai bagaimana pemikiran Al-Jabiri diinterpretasikan, dikontekstualisasikan, dan diimplementasikan oleh para akademisi Muslim kontemporer dalam wacana pendidikan abad ke-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Al-Jabiri memberikan kontribusi signifikan terhadap pembaruan paradigma pendidikan Islam. Epistemologi bayani berfungsi sebagai landasan tekstual dalam pembentukan nilai dan moral; burhani memperkuat rasionalitas, berpikir kritis, serta kemampuan analitis peserta didik; sedangkan irfani menumbuhkan kesadaran spiritual dan dimensi etis dalam proses pembelajaran. Integrasi ketiganya melahirkan model pendidikan yang holistik, rasional, kontekstual, dan spiritual yang relevan dengan karakter pendidikan abad ke-21. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan tajdid fikri (pembaruan nalar) yang ditawarkan Al-Jabiri sejalan dengan prinsip critical pedagogy Paulo Freire dan teori konstruktivisme sosial Vygotsky dalam membangun peserta didik yang reflektif, dialogis, dan emansipatif. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Al-Jabiri mampu menjadi fondasi konseptual bagi reformasi kurikulum, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi pendidikan Islam modern. Secara teoritis, studi ini memperkaya khazanah filsafat pendidikan Islam, sedangkan secara praktis, hasilnya dapat menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum integratif, pelatihan guru, dan inovasi pedagogis di lembaga pendidikan Islam Indonesia. Kata Kunci: Muhammad Abid Al-Jabiri, epistemologi Islam, bayani-burhani-irfani, pendidikan Islam, abad ke-21.

[error in script]
Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: uhammad Abid Al-Jabiri, epistemologi Islam, bayani-burhani-irfani, pendidikan Islam, abad ke-21.
Subjects: Pendidikan > Sejarah Pendidikan
Divisions: Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Pendidikan Islam > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 14 Apr 2026 02:13
Last Modified: 14 Apr 2026 02:13
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/17853

Actions (login required)

View Item View Item