Elfazia Elsa Irawan, (2026) Implementasi Program Zakat Produktif Dalam Mewujudkan Sustainable Development Goals (Sdgs) Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif (Studi Kasus Badan Amil Zakat Nasional Kota Cirebon). Bachelor thesis, S1-Hukum Keluarga IAIN SNJ.
|
Text
2283110032_1_cover.pdf Download (815kB) |
|
|
Text
2283110032_2_bab1.pdf Download (553kB) |
|
|
Text
2283110032_6_bab5.pdf Download (272kB) |
|
|
Text
2283110032_7_dafpus.pdf Download (293kB) |
Abstract
Zakat produktif merupakan instrumen pemberdayaan ekonomi yang bertujuan meningkatkan kemandirian mustahik serta mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial. BAZNAS Kota Cirebon mengimplementasikan zakat produktif melalui Program Cirebon Mandiri sebagai upaya mendukung kesejahteraan mustahik dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Namun, implementasi program tersebut perlu dikaji untuk mengetahui bagaimana mekanisme pelaksanaannya, sejauh mana kontribusinya terhadap pencapaian SDGs, serta apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan ketentuan hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan aktor kebijakan, observasi partisipatif terhadap forum-forum musyawarah publik, serta telaah dokumen kebijakan daerah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi zakat produktif di BAZNAS Kota Cirebon dilakukan melalui tahapan pengajuan, verifikasi administrasi, survei lapangan, penetapan mustahik, pemberian modal usaha, pendampingan, serta monitoring perkembangan usaha. Program Cirebon Mandiri terbukti mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan pengentasan kemiskinan, penciptaan pekerjaan layak, dan pengurangan kesenjangan ekonomi. Dalam perspektif hukum Islam, praktik zakat produktif sejalan dengan maqāṣid al-syarī‘ah, serta dibenarkan oleh pendapat ulama. Dari sisi hukum positif, pelaksanaannya telah sesuai dengan ketentuan UU Nomor 23 Tahun 2011, PP Nomor 14 Tahun 2014, dan PMA Nomor 52 Tahun 2014, sehingga dapat dinilai sah secara yuridis dan syar‘i. Kata Kunci: Zakat Produktif; SDGs; Hukum Islam; Hukum Positif
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah) |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 06:59 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 06:59 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18039 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

