Pengaruh Capital Adequacy Ratio (Car), Return on Asset (Roa), Dan Beban Operasional Pendapatan Operasional (Bopo) Terhadap Keberlanjutan Keuangan Pada Bank Perekonomian Rakyat Syariah (Bprs) Di Indonesia Tahun 2020-2024

HANA MABRUKAH, (2026) Pengaruh Capital Adequacy Ratio (Car), Return on Asset (Roa), Dan Beban Operasional Pendapatan Operasional (Bopo) Terhadap Keberlanjutan Keuangan Pada Bank Perekonomian Rakyat Syariah (Bprs) Di Indonesia Tahun 2020-2024. Masters thesis, S2_EKOS UIN Siber Syekh Nurjati.

[img] Text
2486080063_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2486080063_2_bab1.pdf

Download (493kB)
[img] Text
2486080063_6_bab5.pdf

Download (236kB)
[img] Text
2486080063_7_dafpus.pdf

Download (483kB)

Abstract

baga keuangan mikro syariah. Namun, periode 2020-2024 menunjukkan tantangan serius dengan Financial Sustainability Ratio (FSR) yang fluktuatif dari 123% (2020) menjadi 116% (2024), disertai ketidakkonsistenan rasio CAR, ROA, dan BOPO yang mengindikasikan potensi kesulitan keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Asset (ROA), dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap FSR pada BPRS di Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel terhadap 6 BPRS (30 observasi) yang dipilih secara purposive sampling. Data sekunder bersumber dari laporan keuangan OJK, dianalisis menggunakan Eviews 13. Uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier menghasilkan Random Effect Model sebagai model terbaik. Seluruh uji asumsi klasik terpenuhi, memastikan validitas estimasi. Hasil menunjukkan: (1) CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap FSR (koefisien=0,119; p=0,4159; t-hitung=0,826 < t-tabel=2,056); (2) ROA berpengaruh positif signifikan (koefisien=8,044; p=0,0010; t-hitung=3,693 > t�tabel=2,056); (3) BOPO berpengaruh negatif signifikan (koefisien=-1,204; p=0,0000; t-hitung=-6,117). R²=92,02% menunjukkan model sangat kuat. Temuan ini sejalan dengan teori signaling yang menekankan ROA dan BOPO sebagai sinyal keuangan utama, serta teori sustainability yang enggarisbawahi efisiensi operasional dan profitabilitas sebagai pilar keberlanjutan. Kesimpulannya, keberlanjutan keuangan BPRS lebih ditentukan efisiensi operasional dan profitabilitas daripada kecukupan modal, memberikan implikasi strategis bagi manajemen BPRS dan regulator dalam merumuskan kebijakan sustainability. Kata Kunci: CAR, ROA, BOPO, Keberlanjutan Keuangan, BPRS,

[error in script]
Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: CAR, ROA, BOPO, Keberlanjutan Keuangan, BPRS,
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Ekonomi Syariah
Depositing User: tuti alawiyah alawiyah
Date Deposited: 24 Apr 2026 07:07
Last Modified: 24 Apr 2026 07:07
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18113

Actions (login required)

View Item View Item