ANALISIS RISIKO PADA PEMBIAYAAN DISERTAI RAHN DI BANK BSI KC CIREBON PERSPEKTIF FATWA DSN-MUI NO. 92/DSN-MUI/IV/2014 TENTANG PEMBIAYAAN YANG DISERTAI RAHN

FAHMI SABILA NUGRAHA, (2026) ANALISIS RISIKO PADA PEMBIAYAAN DISERTAI RAHN DI BANK BSI KC CIREBON PERSPEKTIF FATWA DSN-MUI NO. 92/DSN-MUI/IV/2014 TENTANG PEMBIAYAAN YANG DISERTAI RAHN. Bachelor thesis, S1-Pariwisata Syariah UIN SSC.

[img] Text
2283120012_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2283120012_2_bab1.pdf

Download (532kB)
[img] Text
2283120012_6_bab5.pdf

Download (290kB)
[img] Text
2283120012_7_dafpus.pdf

Download (304kB)

Abstract

Pembiayaan yang disertai rahn merupakan salah satu instrumen penting dalam perbankan syariah, khususnya dalam menjaga keamanan pembiayaan dan meminimalkan risiko kerugian. Bank Syariah Indonesia (BSI) Cirebon sebagai lembaga keuangan syariah menerapkan rahn pada beberapa produk pembiayaan, terutama gadai emas, dengan mengacu pada Fatwa DSN-MUI No. 92/DSN- MUI/IV/2014. Namun, dalam praktiknya, pembiayaan yang disertai rahn tetap memiliki potensi risiko, baik risiko kredit, risiko likuiditas, maupun risiko kepatuhan syariah. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk mengkaji akad pembiayaan apa saja yang menggunakan rahn di BSI KC Cirebon, bagaimana mekanisme mitigasi risiko yang diterapkan, serta bagaimana kesesuaiannya dengan ketentuan Fatwa DSN-MUI No. 92 Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris. Pendekatan normatif digunakan untuk menganalisis ketentuan syariah yang terdapat dalam Fatwa DSN-MUI No. 92/DSN-MUI/IV/2014, sedangkan pendekatan empiris dilakukan untuk melihat praktik pembiayaan yang disertai rahn di Bank BSI KC Cirebon. Sumber data penelitian terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung di BSI Cirebon, serta data sekunder berupa dokumen internal bank, peraturan perundang-undangan, fatwa DSN-MUI, dan literatur pendukung lainnya. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan cara menguraikan data yang diperoleh, kemudian dikaitkan dengan ketentuan normatif yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan yang menggunakan rahn di BSI KC Cirebon terutama diterapkan pada produk gadai emas dengan kombinasi akad qardh, rahn, dan ijarah. Mekanisme mitigasi risiko yang diterapkan meliputi seleksi nasabah, penilaian nilai dan kualitas marhūn, pengelolaan biaya pemeliharaan, serta prosedur pengawasan dan penyelesaian apabila terjadi wanprestasi. Secara umum, praktik pembiayaan yang disertai rahn di BSI KC Cirebon telah sesuai dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 92 Tahun 2014. Namun demikian, masih diperlukan penguatan dalam aspek pengelolaan risiko, khususnya risiko kredit dan likuiditas, agar pembiayaan yang disertai rahn dapat berjalan lebih optimal dan tetap menjaga kepatuhan terhadap prinsip syariah. Kata kunci: Risiko Pembiayaan, Rahn, Bank Syariah Indonesia, Fatwa DSN-MUI

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Ekonomi Islam (Muamalah)
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 16 Jul 2026 07:06
Last Modified: 16 Jul 2026 07:06
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18814

Actions (login required)

View Item View Item