TASYA FAUZIYAH, (2026) Ketidaksantunan Berbahasa Warganet pada Kolom Komentar Instagram @Undercover.id Tentang Pergantian Menteri Keuangan dan Pemanfaatanya Sebagai Modul Ajar Teks Argumentasi di Kelas XI SMA. Bachelor thesis, S1- Tadris bahasa Indonesia.
|
Text
2281100014_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2281100014_2_bab1.pdf Download (568kB) |
|
|
Text
2281100014_6_bab5.pdf Download (542kB) |
|
|
Text
2281100014_7_dafpus.pdf Download (707kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena ketidaksantunan berbahasa di media sosial, khususnya Instagram, yang sering kali mengabaikan etika berkomunikasi saat menanggapi isu publik seperti pergantian pejabat negara. Fenomena ini mencerminkan penurunan nilai karakter yang penting untuk dikaji dan diintegrasikan dalam pembelajaran bahasa di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk strategi ketidaksantunan berbahasa warganet pada kolom komentar akun @Undercover.id terkait isu pergantian Menteri Keuangan serta merumuskan pemanfaatannya sebagai modul ajar teks argumentasi di kelas XI SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Pragmatik. Data penelitian berupa satuan lingual yang mengandung ketidaksantunan dalam kolom komentar Instagram @Undercover.id. teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan dengan metode padan pragmatis menggunakan teori strategi ketidaksantunan Jonathan Culpeper. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai penggunaan strategi ketidaksantunan, antara lain ketidaksantunan secara langsung, ketidaksantunan positif, ketidaksantunan negatif, ketidaksantunan semu/sarkasme dan withhold politeness. Ketidaksantunan tersebut dipicu oleh ketidakpuasan dan opini kritis warganet terhadap kebijakan pemerintah. Temuan ini kemudian diimplikasikan dalam dunia pendidikan melalui penyusunan modul ajar teks argumentasi untuk kelas XI SMA. Modul ini disusun untuk membantu siswa menganalisis argumen yang kritis namun tetap menjaga etika dan kesantunan berbahasa, sehingga pembelajaran bahasa Indonesia tidak hanya fokus pada aspek kognitif tetapi juga pembentukan karakter. Kata Kunci: Ketidaksantunana Berbahasa, Instagram, Modul Ajar.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Pendidikan > Pendidikan (Umum) > Pengembangan Bahan Ajar |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 10. Tadris Bahasa Indonesia |
| Depositing User: | Eka Cahya Nugraha |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 08:01 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 01:51 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19239 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

