Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Siswa pada Praktik Negosiasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas X MA Salafiyah Kota Cirebon dan Pemanfaatannya sebagai Modul Ajar Teks Negosiasi.

ANANDA NURPRIHARTATI, (2026) Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Siswa pada Praktik Negosiasi dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas X MA Salafiyah Kota Cirebon dan Pemanfaatannya sebagai Modul Ajar Teks Negosiasi. Bachelor thesis, S1- Tadris bahasa Indonesia.

[img] Text
2281100069_1_cover.pdf

Download (730kB)
[img] Text
2281100069_2_bab1.pdf

Download (266kB)
[img] Text
2281100069_6_bab5.pdf

Download (218kB)
[img] Text
2281100069_7_dafpus.pdf

Download (373kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa kelas X MA Salafiyah Kota Cirebon yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa pada praktik negosiasi. Untuk mengetahui permasalahan tersebut dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa pada praktik negosiasi siswa kelas X MA Salafiyah serta mendeskripsikan pemanfaatannya sebagai modul ajar teks negosiasi kelas X. Penelitian ini menggunakan desain pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik lanjutan Simak Bebas Libat Cakap (SBLC). Analisis data dilakukan dengan metode padan dan teknik pragmatis. Penyajian data dilakukan dengan mengklasifikasi bentuk pelanggaran prinsip kesantunan dan pemanfaatannya dalam pembelajaran. Analisis bentuk pelanggaran kesantunan berbahasa dalam penelitian ini mengacu pada teori Geoffrey Leech. Data yang dianalisis berupa tuturan siswa kelas X MA Salafiyah pada praktik negosiasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 16 siswa kelas X MA Salafiyah, ditemukan pelanggaran pada enam jenis maksim dengan jumlah data keseluruhan adalah 30 data pelanggaran. Diantaranya adanya 5 pelanggaran maksim kebijaksanaan, 1 maksim kedermawanan, 8 maksim penghargaan, 12 maksim pemufakatan, 1 maksim kesederhanaan, dan 3 maksim kesimpatian. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam situasi negosiasi tersebut siswa dan mitra tuturnya sering kali menggunakan tuturan yang bersifat memaksa, saling berebut kepentingan, kurang menghargai lawan bicara, serta meminimalkan keuntungan bagi pihak lain. Hasil penelitian ini menjadi dasar pengembangan modul ajar teks negosiasi yang kontekstual, relevan, dan aplikatif, guna membentuk kemampuan bernegosiasi yang santun dan beretika. Kata Kunci: Geoffrey Leech, pelanggaran kesantunan berbahasa, modul ajar, bernegosiasi, teks negosiasi.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum) > Evaluasi Pembelajaran
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 10. Tadris Bahasa Indonesia
Depositing User: Eka Cahya Nugraha
Date Deposited: 24 Jul 2026 07:39
Last Modified: 24 Jul 2026 07:39
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19274

Actions (login required)

View Item View Item