PENAFSIRAN USTADZ ADI HIDAYAT ATAS SURAH AL-FALAQ: KAJIAN KELISANAN SEKUNDER DALAM DISKURSUS PENYAKIT ‘AIN DAN HASAD

Ummi Nur Laela, (2026) PENAFSIRAN USTADZ ADI HIDAYAT ATAS SURAH AL-FALAQ: KAJIAN KELISANAN SEKUNDER DALAM DISKURSUS PENYAKIT ‘AIN DAN HASAD. Bachelor thesis, S1- IAT.

[img] Text
2285130007_1_cover.pdf

Download (2MB)
[img] Text
2285130007_2_bab1.pdf

Download (491kB)
[img] Text
2285130007_6_bab5.pdf

Download (36kB)
[img] Text
2285130007_7_dafpus.pdf

Download (427kB)

Abstract

Penelitian ini berfokus pada meningkatnya fenomena flexing di platform media sosial yang menimbulkan kecemasan sosioreligius di antara masyarakat digital terkait ancaman penyakit ‘ain dan hasad. Dalam ranah digital, Ustadz Adi Hidayat (UAH) berusaha mengontekstualisasikan Surah Al-Falaq sebagai solusi spiritual, walaupun secara tekstual terdapat perbedaan batas epistemologis yang jelas antara pengertian hasad menurut Al-Qur'an dan konsep ‘ain yang yang terdapat dalam Hadis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep hasad dan ‘ain dalam teks-teks klasik, memetakan penafsiran lisan UAH di media sosial, serta mengkaji sintesis makna kedua konsep itu dengan menggunakan Teori Kelisanan Sekunder yang diperkenalkan oleh Walter J .Ong. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pengamatan deskriptif-analitik melalui perspektif sosiolinguistik media. Data primer diambil dari transkripsi rekaman video ceramah lisan UAH di saluran YouTube Inspirator Islam, sementara data sekunder meliputi kitab tafsir klasik, syarah hadis, serta literatur akademik yang relevan. Teknik analisis data dilakukan melalui kategorisasi konten dan analisis kritis berdasarkan tiga indikator teori kelisanan sekunder dari Walter J .Ong, yaitu sifat homeostatik, integratif, dan formulaic. Hasil studi ini mengindikasikan tiga temuan utama. Pertama, dalam tradisi teks klasik terdapat pemisahan yang ketat: Surah Al-Falaq ayat 5 hanya merujuk pada hasad sebagai penyakit hati dalam ranah psikologis-internal (motif diri), sedangkan istilah ‘ain tidak tercantum dalam Al-Qur'an dan lebih banyak bersumber dari Hadis yang merupakan konsekuensi dari pengaruh negatif tatapan mata langsung. Kedua, dalam penjelasan lisan, UAH mengaitkan Surah Al-Falaq dengan konteks digital saat ini, dengan menyamakan risiko hasad dengan praktik sihir hitam melalui analisis penggunaan huruf konjungsi wau sebagai Atful Ma'iyyah. UAH menekankan bahwa perilaku flexing adalah faktor utama yang memicu hasad dan dampak energi destruktif ‘ain digital melalui layar perangkat, sehingga Surah Al-Falaq seharusnya dipahami sebagai formula untuk perlindungan sehari-hari. Ketiga, analisis menggunakan teori Walter J .Ong menunjukkan bahwa penggabungan makna hasad dan ‘ain adalah konsekuensi logis dari konteks Kelisanan Sekunder.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 30 Jul 2026 02:48
Last Modified: 30 Jul 2026 02:48
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19345

Actions (login required)

View Item View Item