KONSTRUKSI SOSIAL MAKNA AYAT-AYAT Al-QUR’AN DALAM TRADISI MENYAPIH ANAK DI DESA SINDANG MULYA KEC. CIBARUSAH KAB. BEKASI

Ratu Arabiah, (2026) KONSTRUKSI SOSIAL MAKNA AYAT-AYAT Al-QUR’AN DALAM TRADISI MENYAPIH ANAK DI DESA SINDANG MULYA KEC. CIBARUSAH KAB. BEKASI. Bachelor thesis, S1- IAT.

[img] Text
2285130020_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2285130020_2_bab1.pdf

Download (484kB)
[img] Text
2285130020_6_bab5.pdf

Download (168kB)
[img] Text
2285130020_7_dafpus.pdf

Download (218kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberlangsungan tradisi menyapih anak di Desa Sindang Mulya yang memanfaatkan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai bagian dari ritual penyapihan. Tradisi tersebut merupakan fenomena Living Qur’an yang menunjukkan bagaimana Al-Qur’an dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah dan perkembangan tradisi, makna ayat-ayat Al-Qur’an yang digunakan, serta proses konstruksi sosial yang membentuk kepercayaan masyarakat terhadap tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann yang meliputi proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian ini yaitu pertama tradisi menyapih anak merupakan warisan turun-temurun yang masih dipraktekkan hingga saat ini. Kedua Ritual dilakukan melalui pembacaan syahadat, shalawat, Surah Al-Fatihah, dan Q.S. Yasin ayat 9 yang dipadukan dengan penggunaan daun sirih sebagai media penyapihan. Bagi aktor utama, ayat-ayat tersebut dimaknai sebagai doa dan ikhtiar untuk memudahkan proses penyapihan serta memperoleh keberkahan. Ketiga Kepercayaan masyarakat terhadap tradisi ini terbentuk melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang berlangsung secara berkelanjutan. Pengalaman keberhasilan penyapihan kemudian diterima sebagai realitas sosial dan diwariskan antargenerasi. Dengan demikian, tradisi menyapih anak tidak hanya menjadi praktik sosial-keagamaan, tetapi juga membentuk konstruksi sosial yang hidup dalam masyarakat Desa Sindang Mulya.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 30 Jul 2026 03:13
Last Modified: 30 Jul 2026 03:13
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19351

Actions (login required)

View Item View Item