Malika Alkhairiyyah, (2026) PENAFSIRAN AYAT-AYAT ANTROPOMORFIK PERSPEKTIF AZ-ZAMAKHSYARI. Bachelor thesis, S1- IAT.
|
Text
2285130074_1_cover.pdf Download (962kB) |
|
|
Text
2285130074_2_bab1.pdf Download (502kB) |
|
|
Text
2285130074_6_bab5.pdf Download (262kB) |
|
|
Text
2285130074_7_dafpus.pdf Download (258kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji penafsiran Az-Zamakhsyarī terhadap ayat-ayat antropomorfik dalam Al-Kasysyaf, dengan fokus pada empat kategori term: istiwa', wajh, yad, dan 'ain. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya kajian yang secara spesifik mengintegrasikan analisis epistemologis dan linguistik terhadap mekanisme ta'wīl Az-Zamakhsyarī pada keempat kategori tersebut secara terpadu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metode penafsirannya, mengungkap argumentasi aqliyah dalam menolak makna zahir, dan mendeskripsikan Implikasi mazhab Mu'tazilah terhadap penafsirannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan dengan sumber data primer Al-Kasysyaf dan Al-Qur'an. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) melalui tiga tahap sesuai rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, Az�Zamakhsyarī menempuh metode ta'wīl linguistik-dialektis yang bekerja secara berlapis melalui lima komponen: analisis makna kebahasaan, dialog dialektis (fa in qulta... qultu), analogi bahasa Arab sebagai hujjah filologis, fleksibilitas makna dalam penerapan ta'wīl, dan penegasan tanzīh sebagai penutup argumentatif. Kedua, argumentasi aqliyah-nya bersifat beragam dan kontekstual mencakup argumen kemustahilan fisikalitas, kausalitas struktural ayat, logika gramatikal, teodise, dan analogi sosiologis yang semuanya bertumpu pada satu prinsip epistemologis: akal yang digunakan dengan benar akan selalu menolak pemaknaan yang berimplikasi pada fisikalitas Allah. Ketiga, implikasi Mu'tazilah bersifat menyeluruh dan sistematis, bekerja melalui tiga prinsip: al-tawḥīd (tanzīh sebagai imperatif teologis), al-'adl (keadilan Tuhan sebagai kerangka penafsiran), dan al-wa'd wa al-wa'īd (implikasi moral-hukum yang rasional), menjadikan Az-Zamakhsyarī bukan sekadar mufasir yang berbasis doktrin Mu'tazilah, melainkan teolog�mufasir yang secara sadar mengintegrasikan prinsip-prinsip tersebut ke dalam setiap lapisan penafsirannya.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | H. Tohirin S.Ag |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 08:31 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 08:31 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19397 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

