Hasan Khariri, (2026) Internalisasi nilai-nilai Islam Moderat dalam Pembelajaran PAI dan Implikasinya Terhadap Sikap Sosial di SMK Negeri 1 Bulakamba dan SMK Negeri 1 Brebes. Masters thesis, PAI-S2 UIN Siber Syekh Nurjati.
|
Text
A-cover, ttd, dll.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (470kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (602kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan nilai-nilai Islam moderat di lingkungan sekolah sebagai upaya preventif dalam menghadapi meningkatnya fenomena intoleransi, perundungan (bullying), konflik antarpelajar, serta pengaruh paham keagamaan ekstrem di kalangan remaja. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk, pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis sebagai media internalisasi nilai-nilai Islam moderat, seperti tawassuth (moderat), tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), i'tidal (keadilan), dan ukhuwah (persaudaraan), sehingga peserta didik mampu membangun sikap sosial yang harmonis, inklusif, dan menghargai keberagaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multisitus pada SMK Negeri 1 Bulakamba Brebes dan SMK Negeri 1 Brebes. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru PAI, peserta didik, serta pihak-pihak terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik analisis komparatif antarsitus untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai proses internalisasi nilai-nilai Islam moderat dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini dianalisis menggunakan Teori Kognitif Sosial Albert Bandura dan Teori Konstruktivisme Sosial Lev Vygotsky. Teori Bandura digunakan untuk menjelaskan proses internalisasi nilai melalui keteladanan (modeling), observasi, dan interaksi antara faktor personal, perilaku, serta lingkungan sekolah. Sementara itu, Teori Konstruktivisme Sosial Vygotsky digunakan untuk menjelaskan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui interaksi sosial, dialog, kolaborasi, budaya sekolah, dan proses scaffolding yang memungkinkan peserta didik membangun pemahaman serta menghayati nilai-nilai Islam moderat secara bertahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI berperan efektif sebagai media internalisasi nilai�nilai Islam moderat melalui integrasi materi pembelajaran, keteladanan guru, pembiasaan, budaya sekolah, dan kegiatan keagamaan. Persamaan kedua sekolah terletak pada tujuan dan nilai-nilai moderat yang ditanamkan, sedangkan perbedaannya terletak pada strategi implementasi pembelajaran dan penguatan budaya sekolah. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai Islam moderat memperkuat Teori Kognitif Sosial melalui mekanisme modeling dan pembelajaran observasional serta mengembangkan Teori Konstruktivisme Sosial melalui interaksi sosial dan pengalaman belajar kolaboratif. Internalisasi nilai-nilai Islam moderat berdampak positif terhadap sikap sosial peserta didik yang ditunjukkan melalui meningkatnya toleransi, kepedulian sosial, kerja sama, penghargaan terhadap perbedaan, serta kemampuan membangun hubungan sosial yang harmonis. Kata Kunci: Internalisasi Nilai, Islam Moderat, Pembelajaran PAI, Implikasi, Sikap Sosial
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Internalisasi Nilai, Islam Moderat, Pembelajaran PAI, Implikasi, Sikap Sosial |
| Subjects: | Pendidikan > Pendidikan (Umum) |
| Divisions: | Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Pendidikan Islam > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | tuti alawiyah alawiyah |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 08:39 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 08:39 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19436 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

