ALFIYATUS SHOLIHAH, (2026) STRATEGI COPING DALAM MEMINIMALISIR KECEMASAN PADA PETANI PADI TERDAMPAK KEKERINGAN DI DUSUN SIJAMBU DESA MATANGAJI KECAMATAN SUMBER KABUPATEN CIREBON. Bachelor thesis, S1- Bimbingan Konseling Islam.
|
Text
2108306216_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2108306216_2_bab1.pdf Download (363kB) |
|
|
Text
2108306216_6_bab5.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
2108306216_7_dafpus.pdf Download (235kB) |
Abstract
Kekeringan merupakan salah satu bencana alam yang berdampak signifikan terhadap sektor pertanian, khususnya bagi petani padi yang menggantungkan hidupnya pada keberhasilan hasil panen. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian secara ekonomi, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis petani, seperti stres dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi kecemasan petani padi yang terdampak kekeringan serta mengkaji bentuk strategi coping yang digunakan petani dalam meminimalisir kecemasan tersebut berdasarkan status kepemilikan lahan, yaitu petani pemilik lahan, petani penggarap, dan buruh tani. Penelitian ini berlandaskan pada teori coping dari Lazarus dan Folkman yang membagi strategi coping menjadi problem-focused coping dan emotion-focused coping. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah petani padi di Dusun Sijambu, Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, yang terdampak kekeringan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekeringan memunculkan kecemasan yang ditandai dengan kekhawatiran terhadap hasil panen, ketidakstabilan emosi, gangguan tidur, serta tekanan ekonomi. Berdasarkan kerangka teori Lazarus dan Folkman, petani menggunakan kombinasi strategi coping berfokus masalah dan berfokus emosi. Petani pemilik lahan cenderung lebih banyak menggunakan problem-focused coping, seperti mengubah pola tanam, mengelola sumber daya, dan mencari alternatif pendapatan, karena memiliki kontrol yang lebih besar terhadap lahan. Petani penggarap dan buruh tani menunjukkan tingkat kerentanan kecemasan yang lebih tinggi karena keterbatasan kontrol dan kepastian pendapatan, sehingga lebih dominan menggunakan emotion-focused coping seperti meningkatkan religiusitas, menerima kondisi dengan sikap sabar dan tawakal, serta mengandalkan dukungan sosial. Petani penyewa atau penggarap khususnya tampak lebih rentan karena harus tetap menanggung biaya produksi tanpa jaminan hasil. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling Islam, khususnya sebagai dasar penyusunan intervensi pendampingan psikologis yang sensitif terhadap kondisi sosial-ekonomi dan status kepemilikan lahan petani terdampak bencana.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat, Psikologi, Agama > Psikologi |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Bimbingan Konseling Islam |
| Depositing User: | H. Tohirin S.Ag |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 08:29 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 08:29 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19605 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

