MANAJEMEN KOMUNIKASI PROGRAM KESEHATAN POSYANDU DI DESA CIMARANTEN KECAMATAN CIPICUNG KABUPATEN KUNINGAN DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP PENGOBATAN MEDIS

OKTAPRIANY DARA SUKMA, (2026) MANAJEMEN KOMUNIKASI PROGRAM KESEHATAN POSYANDU DI DESA CIMARANTEN KECAMATAN CIPICUNG KABUPATEN KUNINGAN DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP PENGOBATAN MEDIS. Bachelor thesis, S1- Komunikasi Penyiaran Islam.

[img] Text
2008302172_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2008302172_2_bab1.pdf

Download (278kB)
[img] Text
2008302172_6_bab5.pdf

Download (189kB)
[img] Text
2008302172_7_dafpus.pdf

Download (256kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen komunikasi program kesehatan Posyandu di Desa Cimaranten, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengobatan medis. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena masih kuatnya penggunaan pengobatan tradisional sebagai langkah awal dalam penanganan masalah kesehatan, sementara pemanfaatan layanan kesehatan medis belum sepenuhnya optimal. Dalam konteks tersebut, komunikasi kesehatan memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman dan mengarahkan perilaku masyarakat agar lebih mementingkan pemeriksaan medis pada kondisi tertentu tanpa meniadakan praktik budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kerangka teori yang digunakan adalah manajemen komunikasi melalui pendekatan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Penelitian juga menyoroti hambatan-hambatan komunikasi yang terjadi dalam pelaksanaan program kesehatan, baik dari sisi perangkat desa, tenaga kesehatan, maupun masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat desa dan tenaga kesehatan telah melaksanakan manajemen komunikasi secara sistematis melalui perencanaan informasi kesehatan, pengorganisasian kader, pelaksanaan edukasi melalui Posyandu maupun kunjungan rumah, serta pengawasan yang dilakukan secara rutin. Strategi komunikasi interpersonal menjadi pendekatan paling efektif dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan medis. Meskipun demikian, ditemukan sejumlah hambatan, seperti kurangnya kesadaran sebagian masyarakat untuk hadir ke Posyandu, persepsi negatif terhadap imunisasi, serta preferensi awal terhadap pengobatan tradisional. Hambatan tersebut dapat diatasi melalui komunikasi persuasif, kunjungan rumah, serta pendekatan kultural yang melibatkan kader dan tokoh masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen komunikasi yang terencana, adaptif, dan berbasis hubungan interpersonal mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya layanan pengobatan medis. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi kesehatan di tingkat desa agar lebih efektif, humanis, dan sesuai dengan konteks sosial budaya masyarakat

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 11 Aug 2026 06:47
Last Modified: 11 Aug 2026 06:47
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19620

Actions (login required)

View Item View Item