POLA KOMUNIKASI REMAJA MASJID BAITUL MU’MININ DALAM MEMBANGUN LOYALITAS ANGGOTA DI DESA PENPEN KEC. MUNDU KAB. CIREBON

Daffa Aditya Nugraha, (2026) POLA KOMUNIKASI REMAJA MASJID BAITUL MU’MININ DALAM MEMBANGUN LOYALITAS ANGGOTA DI DESA PENPEN KEC. MUNDU KAB. CIREBON. Bachelor thesis, S1- Komunikasi Penyiaran Islam.

[img] Text
2108302191_1_cover.pdf

Download (711kB)
[img] Text
2108302191_2_bab1.pdf

Download (182kB)
[img] Text
2108302191_6_bab5.pdf

Download (214kB)
[img] Text
2108302191_7_dafpus.pdf

Download (226kB)

Abstract

Rendahnya tingkat partisipasi anggota dalam kegiatan Remaja Masjid Baitulmu’minin mencerminkan adanya permasalahan pada aspek komunikasi internal organisasi, khususnya dalam hal penyampaian informasi, keterbukaan interaksi, serta terbatasnya ruang bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi. Situasi tersebut berimplikasi pada menurunnya rasa keterikatan dan loyalitas anggota terhadap organisasi. Penelitian ini berfokus pada tiga pertanyaan utama, yaitu: (1) Bentuk pola komunukasi yang digunakan dalam remaja masjid Baitul mu’minin antara pengurus dan anggotanya. (2) Keterlibatan pengurus beserta anggota dalam melaksanakan kegiatan (3) Faktor yang mendukung dan menghambat dalam mempertahankan loyalitas anggota. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pola komunukasi yang digunakan dalam remaja masjid Baitul mu’minin antara pengurus dan anggotanya. (2) Untuk mengetahui keterlibatan pengurus beserta anggota dalam melaksanakan kegiatan. (3) faktor yang mendukung dan menghambat dalam mempertahankan loyalitas anggota. Penelitian ini menggunakan metodologi, yaitu (1) kualitatif deskriptif, (2) pendekatan studi kasus, (3) sumber data yaitu primer dan sekunder, (4) perolehan data selanjutnya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. (5) teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data studi kasus Latifah. Penelitian ini menemukan bahwa pola komunikasi di Remaja Masjid Baitulmu’minin menggabungkan pola roda dan pola bintang, dengan WhatsApp Group sebagai media utama koordinasi. Komunikasi dua arah yang terbuka mampu memperkuat rasa kebersamaan dan loyalitas anggota. Namun, kendala seperti kurangnya konsistensi, perbedaan pemahaman, dan keterlambatan respons masih terjadi. Secara keseluruhan, komunikasi yang efektif, terbuka, dan partisipatif terbukti menjadi kunci dalam membangun serta mempertahankanloyalitas anggota organisasi.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 11 Aug 2026 08:00
Last Modified: 11 Aug 2026 08:00
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19627

Actions (login required)

View Item View Item