GINA AVESINA MUMTAZAH, (2026) Implikasi Hukum Islam dan Psikologi Terhadap Pergeseran Peran Nafkah Oleh Istri pekerja Migran di Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon. Masters thesis, HKI-S2 UIN Siber Syekh Nurjati.
|
Text
Awalan - Daftar Isi.pdf Download (13MB) |
|
|
Text
Bab I.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Bab V.pdf Download (702kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (629kB) |
Abstract
Fenomena munculnya perempuan yang bekerja sebagai pekerja migran di Kecamatan Kaliwedi Kabupaten Cirebon memunculkan dinamika baru dalam keluarga Muslim, khususnya terkait praktik pergeseran pemberian nafkah. Secara normatif, hukum keluarga Islam menempatkan suami sebagai penanggung jawab utama nafkah, namun realitas sosial menunjukkan adanya pergeseran peran ketika istri menjadi pencari nafkah utama. Kondisi ini menimbulkan implikasi hukum sekaligus dampak psikologis dalam hubungan keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penyampaian nafkah oleh istri TKW, mengkaji makna hukumnya dalam perspektif hukum keluarga Islam, serta memahami dampak psikologis yang dialami suami dan keluarga. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: pertama, bagaimana bentuk dan faktor penyebab terjadinya pergeseran pemberian nafkah oleh istri TKW; kedua, bagaimana pemaknaan hukumnya dalam perspektif hukum keluarga Islam; dan ketiga, bagaimana dampak psikologis dan sosial yang dialami suami dan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis�sosiologis dan jenis studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur hukum Islam, hukum positif, dan kajian psikologi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, rendahnya pemberian nafkah dipengaruhi oleh faktor ekonomi, keterbatasan lapangan kerja lokal, serta tuntutan peningkatan kesejahteraan keluarga; kedua, dalam perspektif hukum Islam, kewajiban nafkah tetap berada pada suami, sedangkan kontribusi istri dapat dibenarkan atas dasar kesepakatan dan kemaslahatan; dan ketiga, secara psikologis, perubahan peran ini menimbulkan respon yang beragam pada suami, mulai dari adaptasi konstruktif hingga tekanan emosional dan konflik peran dalam keluarga. Berdasarkan hasil penelitian, diperlukan penguatan pemahaman hukum keluarga Islam yang kontekstual serta layanan konseling keluarga guna menjaga keharmonisan rumah tangga. Kata kunci: hukum keluarga Islam, nafkah, pekerja migran wanita, psikologi keluarga, pergeseran peran
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | hukum keluarga Islam, nafkah, pekerja migran wanita, psikologi keluarga, pergeseran peran |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Pascasarjana > Program Magister > Perdata Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah) |
| Depositing User: | tuti alawiyah alawiyah |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 04:25 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 04:27 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19653 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

