Efektivitas Peraturan Bupati Kabupaten Cirebon Nomor 18 Tahun 2024 Tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa Dan Lembaga Adat Desa Dalam Penguatan Karang Taruna (Studi Kasus Di Desa Klangenan Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon)

Chusnul Khotimah, (2026) Efektivitas Peraturan Bupati Kabupaten Cirebon Nomor 18 Tahun 2024 Tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa Dan Lembaga Adat Desa Dalam Penguatan Karang Taruna (Studi Kasus Di Desa Klangenan Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon). Bachelor thesis, S1-Hukum Tatanegara Islam UIN SSC.

[img] Text
2283130001_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2283130001_2_bab1.pdf

Download (491kB)
[img] Text
2283130001_6_bab5.pdf

Download (57kB)
[img] Text
2283130001_7_dafpus.pdf

Download (180kB)

Abstract

Karang Taruna sebagai lembaga kemasyarakatan desa memiliki peran strategis dalam pengembangan potensi pemuda dan pelaksanaan kegiatan sosial masyarakat. Namun, di Desa Klangenan, peran tersebut belum berjalan optimal, ditandai dengan rendahnya partisipasi pemuda, lemahnya regenerasi, serta kurang maksimalnya dukungan dan koordinasi pemerintah desa. Untuk itu, hadirnya Peraturan Bupati Kabupaten Cirebon Nomor 18 Tahun 2024 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa menjadi instrumen hukum yang bertujuan memperkuat kedudukan, fungsi, serta peran Karang Taruna. Penelitian ini berupaya menjawab tiga rumusan masalah: Pertama bagaimana peran pemerintah desa dalam pelaksanaan peraturan tersebut, kedua bagaimana proses regenerasi serta pembinaan anggota dalam Karang Taruna, dan ketiga bagaimana efektivitas Perbup No. 18 Tahun 2024 dalam penguatan Karang Taruna di Desa Klangenan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis, serta termasuk dalam kategori penelitian hukum empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengurus Karang Taruna, pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat Desa Klangenan, serta observasi kegiatan Karang Taruna. Data sekunder dihimpun dari peraturan perundang-undangan, literatur, dan penelitian terdahulu. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Pendekatan ini digunakan untuk menilai bagaimana aturan dijalankan dalam praktik, sejauh mana dipatuhi, serta bagaimana ia mempengaruhi dinamika sosial dan kelembagaan di desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Perbup No. 18 Tahun 2024 belum sepenuhnya efektif dalam memperkuat Karang Taruna di Desa Klangenan. Substansi aturan telah memberikan landasan kelembagaan yang jelas, namun efektivitasnya terkendala oleh minimnya partisipasi pemuda, kurangnya sosialisasi peraturan, serta lemahnya kapasitas kepengurusan. Pemerintah desa telah berupaya memberi dukungan, terutama dalam bentuk fasilitasi kegiatan, tetapi dukungan tersebut belum konsisten dan belum menyentuh aspek pembinaan kelembagaan secara menyeluruh. Regenerasi masih lemah karena belum adanya mekanisme rekrutmen yang terstruktur dan kurangnya pendekatan dari pengurus kepada pemuda. Dengan demikian, penguatan peraturan perlu diikuti dengan peningkatan pembinaan, komunikasi intensif antara pemerintah desa dan Karang Taruna, serta program-program yang lebih menarik dan relevan bagi pemuda. Kata kunci: Karang Taruna, Pemuda, Efektivitas,Peraturan Bupati

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 06 Apr 2026 08:10
Last Modified: 06 Apr 2026 08:10
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/17637

Actions (login required)

View Item View Item