Strategi Pemasaran Museum Topeng Cirebon Dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan

Fikri Firman Firdaus, (2026) Strategi Pemasaran Museum Topeng Cirebon Dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan. Bachelor thesis, S1-Pariwisata Syariah UIN SSC.

[img] Text
2282140033_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2282140033_2_bab1.pdf

Download (616kB)
[img] Text
2282140033_6_bab5.pdf

Download (347kB)
[img] Text
2282140033_7_dafpus.pdf

Download (445kB)

Abstract

Fikri Firman Firdaus (NIM. 2282140033): Strategi Pemasaran Museum Topeng Cirebon Dalam Meningkatkan Jumlah Kunjungan Wisatawan. Museum Topeng Cirebon adalah destinasi wisata budaya penyimpan koleksi seni topeng tradisional Cirebon bernilai historis dan filosofis tinggi. Namun, kunjungan periode September 2024–Agustus 2025 hanya mencapai 8.277 pengunjung, didominasi pelajar/mahasiswa (5.271 orang) dan wisatawan internasional yang sangat minim (38 orang). Strategi pemasaran dinilai belum optimal akibat keterbatasan promosi digital, rendahnya konversi kesadaran menjadi kunjungan, serta minimnya petunjuk arah menuju museum yang terletak di dalam area Balai Kota Cirebon. Tujuan penelitian ini bertujuan (1) menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan Museum Topeng Cirebon; (2) mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT); serta (3) merumuskan rekomendasi strategi pemasaran yang efektif dan berkelanjutan guna meningkatkan jumlah dan kualitas kunjungan wisatawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif-analitis, dilaksanakan di Museum Topeng Cirebon selama September–Desember 2025. Informan dipilih melalui purposive sampling yang mencakup pengelola, staf, dan pengunjung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan kuesioner, lalu diuji keabsahannya dengan triangulasi. Analisis menggunakan Matriks SWOT (IFAS dan EFAS). Hasil penelitian menunjukan walaupun upaya pemasaran yang telah berjalan meliputi Festival Topeng Cirebon, pameran temporer, workshop melukis topeng, dan kolaborasi melalui MoU dengan Cultural Heritage Resources (CHR) Jakarta serta komunitas lokal. Meski demikian, promosi masih bersifat konvensional tanpa strategi digital yang masif. Analisis SWOT menunjukkan kekuatan utama pada keunikan koleksi (±500 objek), dukungan pemerintah daerah, lokasi strategis, dan registrasi museum nasional; peluang berupa meningkatnya minat wisata budaya global. Kelemahan meliputi minimnya promosi digital, ketiadaan signage petunjuk arah, ketergantungan pada segmen pelajar, serta terbatasnya SDM dan anggaran pemasaran. Museum berada di Kuadran I (Strategi Agresif) koordinat (+2,01; +1,84), kondisi yang menguntungkan untuk pertumbuhan. Rekomendasi utama adalah strategi S-O: kampanye digital masif dan pengembangan paket wisata kolaboratif dengan industri perhotelan untuk memperluas pasar di luar segmen edukasi formal. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Museum, Pariwisata Budaya, Analisis SWOT, Museum Topeng Cirebon

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 15 Apr 2026 07:51
Last Modified: 15 Apr 2026 07:51
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/17908

Actions (login required)

View Item View Item