Ibnu Ferdiansyah, (2025) Analisis Dampak Negatif Pengguna Pinjaman Online Pada Aplikasi Easycash Terhadap Masyarakat Kota Cirebon Dalam Pojk Nomor 77/Pojk.01/2016. Bachelor thesis, S1-Perbankan Syariah UIN SSC.
|
Text
2108203191_1_cover.pdf Download (927kB) |
|
|
Text
2108203191_2_bab1.pdf Download (514kB) |
|
|
Text
2108203191_6_bab5.pdf Download (233kB) |
|
|
Text
2108203191_7_dafpus.pdf Download (197kB) |
Abstract
Fenomena meningkatnya penggunaan pinjaman online di Kota Cirebon, khususnya melalui aplikasi Easycash, menimbulkan beragam persoalan finansial bagi masyarakat. Kemudahan akses, proses pencairan yang cepat, serta persyaratan yang sederhana membuat Easycash menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan dana mendesak. Namun, kondisi ini tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai risiko bunga tinggi, denda keterlambatan, serta ketentuan dalam POJK No. 77/POJK.01/2016. Akibatnya, banyak pengguna mengalami beban keuangan baru, penumpukan utang, dan ketidakstabilan ekonomi rumah tangga. Selain itu, minimnya literasi mengenai regulasi OJK menyebabkan masyarakat mengandalkan rasa aman semu dari legalitas aplikasi tanpa memahami aturan yang sebenarnya mengatur perlindungan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman masyarakat Kota Cirebon dalam menggunakan aplikasi Easycash dan dampaknya terhadap kondisi keuangan, mengkaji tingkat pemahaman mereka terhadap POJK No. 77/POJK.01/2016, serta menjelaskan bagaimana pemahaman tersebut memengaruhi perilaku penggunaan layanan pinjaman online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengguna Easycash di Kota Cirebon. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, mencakup pengguna aktif, mantan pengguna, serta individu yang memahami aspek regulasi OJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kota Cirebon menggunakan Easycash terutama karena prosesnya cepat dan mudah, tetapi rendahnya literasi keuangan membuat banyak pengguna tidak siap menghadapi bunga dan denda tinggi, sehingga menimbulkan beban finansial baru seperti kesulitan membayar cicilan dan risiko terjebak dalam siklus utang. Penelitian juga menemukan bahwa pemahaman masyarakat terhadap POJK No. 77/POJK.01/2016 masih rendah; sebagian besar hanya mengetahui bahwa Easycash diawasi OJK tanpa memahami detail aturan mengenai bunga, denda, dan perlindungan konsumen. Rendahnya pemahaman ini membuat penggunaan aplikasi dipengaruhi oleh rasa aman semu, bukan pertimbangan risiko. Selain itu, hubungan antara penggunaan Easycash dan pemahaman regulasi OJK bersifat tidak langsung, di mana legalitas aplikasi membentuk kepercayaan pengguna tetapi tidak cukup mendorong perilaku keuangan yang bijak. Dengan demikian, pengawasan OJK diakui oleh masyarakat, namun belum efektif membentuk perilaku penggunaan pinjaman online yang sehat. Kata Kunci: Easycash, Pinjaman Online, Regulasi OJK.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Perbankan Syariah |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 21 Apr 2026 02:37 |
| Last Modified: | 21 Apr 2026 02:37 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18010 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

