Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua Perspektif Fiqh Ḥaḍānah (Studi Kasus Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon)

Tyas Laksmi Windriya, (2026) Pemenuhan Hak Anak Pasca Perceraian Orang Tua Perspektif Fiqh Ḥaḍānah (Studi Kasus Kelurahan Tukmudal, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon). Bachelor thesis, S1-Hukum Keluarga UIN SSC.

[img] Text
2283110018_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2283110018_2_bab1.pdf

Download (634kB)
[img] Text
2283110018_6_bab5.pdf

Download (147kB)
[img] Text
2283110018_7_dafpus.pdf

Download (276kB)

Abstract

Islam menekankan pemenuhan hak anak melalui fiqh ḥaḍānah dengan mengutamakan ibu sebagai pengasuh utama sebelum anak mencapai usia mumayyiz. Namun, praktik pengasuhan anak pascaperceraian di Kelurahan Tukmudal Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon menunjukkan adanya pengalihan pengasuhan kepada kerabat lain yang berpotensi memengaruhi pemenuhan hak dan kesejahteraan anak. Penelitian ini merumuskan permasalahan mengenai pemenuhan hak anak pascaperceraian orang tua serta tinjauan fiqh ḥaḍānah dan Kompilasi Hukum Islam terhadap pengasuhan anak korban perceraian di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemenuhan hak anak pascaperceraian dan menganalisisnya berdasarkan fiqh ḥaḍānah serta Kompilasi Hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hukum empiris. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan anak korban perceraian, orang tua, kerabat, serta pemuka agama di Kelurahan Tukmudal. Data sekunder berasal dari kitab fiqh klasik, buku, dan jurnal ilmiah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan anak pasca perceraian menghadapi perpindahan pengasuhan dan berbagai kendala yang sulit dihindari. Namun, orang tua dan keluarga besar berusaha mencari solusi fleksibel untuk memastikan hak anak atas kasih sayang, nafkah, pendidikan, dan kesehatan terpenuhi.. Praktik ini tidak selalu sesuai secara tekstual dengan fiqh ḥaḍānah dan Kompilasi Hukum Islam, namun secara substantif diarahkan pada pemenuhan kesejahteraan anak. Meskipun demikian, penelitian menemukan bahwa tanggung jawab orang tua, khususnya ayah dalam pemenuhan nafkah, belum sepenuhnya terlaksana secara optimal. Kata kunci: fiqh ḥaḍānah; hak anak; Kompilasi Hukum Islam.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 22 Apr 2026 07:57
Last Modified: 22 Apr 2026 08:08
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18051

Actions (login required)

View Item View Item