Salwa Falhaeni, (2025) Analisis Praktik Gadai Sawah Oleh Petani Di Desa Sukasari Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat Dalam Perspektif Fatwa Dsn-Mui Nomor 25/Iii/2002 Tentang Rahn. Bachelor thesis, S1-Hukum Ekonomi Syariah UIN SSC.
|
Text
2283120029_1_cover.pdf Download (972kB) |
|
|
Text
2283120029_2_bab1.pdf Download (495kB) |
|
|
Text
2283120029_6_bab5.pdf Download (280kB) |
|
|
Text
2283120029_7_dafpus.pdf Download (309kB) |
Abstract
Praktik gadai sawah di Desa Sukasari merupakan tradisi ekonomi yang telah berlangsung lama dan menjadi solusi cepat bagi masyarakat ketika membutuhkan dana mendesak. Namun, praktik ini dilakukan tanpa perjanjian tertulis, tanpa batas waktu, serta seluruh hasil sawah menjadi milik murtahin, sehingga menimbulkan potensi ketidakadilan bagi rahin. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara praktik adat masyarakat dengan ketentuan syariah yang diatur dalam Fatwa DSN-MUI Nomor 25/III/2002 tentang Rahn. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik gadai sawah di Desa Sukasari merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan secara informal tanpa batas waktu dan seluruh hasil sawah dikuasai murtahin. Praktik ini dipertahankan karena rasa saling percaya serta keterbatasan akses masyarakat terhadap lembaga keuangan formal, meskipun sering merugikan pihak rahin dalam jangka panjang. Ditinjau dari Fatwa DSN-MUI No. 25/III/2002, praktik tersebut belum sesuai dengan ketentuan syariah karena murtahin memanfaatkan marhun secara penuh, tidak adanya kejelasan masa akad, dan tidak terdapat pengaturan pemeliharaan serta eksekusi marhun sebagaimana seharusnya. Pemanfaatan marhun oleh murtahin hanya dibolehkan bila tidak disyaratkan dalam akad dan atas kerelaan rahin. Dari perspektif maslahah mursalah, praktik ini memberikan kemaslahatan jangka pendek sebagai solusi cepat kebutuhan masyarakat, namun juga berpotensi menimbulkan mafsadah berupa ketidakadilan dan hilangnya sumber penghidupan rahin. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian mekanisme akad agar lebih sesuai syariah dan menciptakan keseimbangan bagi kedua pihak. Kata kunci: Gadai Sawah; Rahn; Fatwa DSN-MUI; Maslahah mursalah; Desa Sukasari.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Ekonomi Islam (Muamalah) |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 03:28 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 03:28 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18100 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

