Zidni Aqil Mufayyad, (2025) Implementasi Pendistribusian Zakat Melalui Program Rumah Sehat Baznas (Rsb) Perspektif Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus Baznas Kabupaten Brebes). Bachelor thesis, S1-Hukum Ekonomi Syariah UIN SSC.
|
Text
2283120057_1_cover.pdf Download (858kB) |
|
|
Text
2283120057_2_bab1.pdf Download (504kB) |
|
|
Text
2283120057_6_bab5.pdf Download (186kB) |
|
|
Text
2283120057_7_dafpus.pdf Download (334kB) |
Abstract
Zakat adalah salah satu instrumen penting dalam upaya meningkatkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Namun, fenomena saat ini menunjukkan bahwa mayoritas kegiatan zakat di Indonesia masih dilakukan dalam bentuk tunai dan pokok. Kondisi ini menyoroti isu-isu terutama, efektivitas distribusi zakat dan penggunaan yang tidak optimal untuk memberdayakan penerima zakat (mustahik). Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dirancang untuk menjawab rumusan masalah terkait implementasi pendistribusian zakat, faktor penghambat dan pendukung serta bagaimana tinjauan hukum ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan narasumber yaitu Pengurus BAZNAS Kabupaten brebes, pengurus Rumah Sehat Baznas (RSB) dan mustahik serta dokumen kebijakan baznas Brebes. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan pertama bahwa Implentasi pendistribusian zakat melalui program sehat baznas (RSB) di Brebes dilakukan melalui tahapan perencanaan, pencairan dana, dan penyaluran yang melibatkan pengumpulan mustahik secara individu dan kolektif, serta sosialisasi melalui media sosial dan perangkat desa. Kedua faktor pendukung yang memperlancar proses pada program Rumah Sehat BAZNAS Kabupaten Brebes yaitu: memiliki sistem yang transparan dan akuntabel, adanya dukungan dari pemerintah daerah, mendapatkan hibah tanah dari pemerintah daerah, adanya dukungan positif dari masyarakat dan perangkat desa di Kabupaten Brebes dan lokasi yang strategis. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu: pengelolaan dana zakat kurang efektif karena jumlah dana zakat yang masih rendah, proses mendapatkan tanah yang cukup lama karena menunggu persetujuan dari beberapa dewan. Ketiga Menunjukkan bahwa pengelolaan ini telah sesuai dengan prinsip-prinsip tauhid, khilafah, ‘adalah, tazkiyah, dan al-falah, Namun, terdapat kekeliruan paling menonjol pada prinsip ‘adalah, yakni pembatasan akses layanan hanya untuk fakir dan miskin, mengabaikan asnaf lain seperti amil zakat dan gharimin, yang berpotensi menimbulkan diskriminasi dan ketidakadilan sosial di daerah kemiskinan ekstrim seperti Brebes. Kata Kunci: Baznas, Rumah sehat Baznas, Teori hukum ekonomi syariah
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Ekonomi Islam (Muamalah) |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 07:43 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 07:43 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18115 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

