Implementasi Pendidikan Pemilih Melalui Rumah Pintar Pemilu dan Media Sosial Oleh KPU Kota Cirebon Ditinjau dari Regulasi Pemilihan Umum dan Fiqih Siyasah

Annisa Rahmawati, (2026) Implementasi Pendidikan Pemilih Melalui Rumah Pintar Pemilu dan Media Sosial Oleh KPU Kota Cirebon Ditinjau dari Regulasi Pemilihan Umum dan Fiqih Siyasah. Bachelor thesis, S1- HUKUM TATA NEGARA ISLAM UIN SSC.

[img] Text
2283130105_1_cover.pdf

Download (841kB)
[img] Text
2283130105_2_bab1.pdf

Download (408kB)
[img] Text
2283130105_6_bab5.pdf

Download (133kB)
[img] Text
2283130105_7_dafpus.pdf

Download (236kB)

Abstract

Pendidikan pemilih merupakan instrumen strategis dalam memperkuat kualitas demokrasi, tidak hanya dari aspek partisipasi, tetapi juga dalam membentuk rasionalitas dan kesadaran politik masyarakat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon telah mengimplementasikan pendidikan pemilih melalui Rumah Pintar Pemilu (RPP) dan media sosial sebagai sarana edukasi politik. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa efektivitas program tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari segi jangkauan, keterlibatan masyarakat, maupun kualitas penyampaian materi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian antara desain normatif yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan PKPU Nomor 9 Tahun 2022 dengan implementasi empiris di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaturan pendidikan pemilih, menganalisis praktik pelaksanaannya oleh KPU Kota Cirebon, serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip fiqih siyasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yuridis empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, kerangka regulasi pendidikan pemilih telah memberikan landasan yang cukup komprehensif bagi KPU dalam melaksanakan fungsi edukatifnya. Akan tetapi, pada tataran implementasi, program pendidikan pemilih belum sepenuhnya berjalan efektif. Pemanfaatan media sosial cenderung lebih adaptif dalam menjangkau masyarakat, khususnya pemilih pemula, sedangkan RPP belum mampu menarik partisipasi publik secara signifikan akibat rendahnya tingkat awareness, keterbatasan inovasi, serta pendekatan yang kurang kontekstual. Dari perspektif fiqih siyasah, pelaksanaan pendidikan pemilih secara konseptual telah mencerminkan nilai-nilai dasar seperti syura (musyawarah), keadilan, dan akuntabilitas, namun secara substantif belum sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik. Oleh karena itu, diperlukan reorientasi strategi pendidikan pemilih yang lebih responsif terhadap dinamika sosial, integrasi yang lebih kuat antara media digital dan pendekatan langsung, serta penguatan nilai-nilai etika politik guna mendorong terwujudnya demokrasi yang lebih berkualitas dan berintegritas. Kata Kunci: pendidikan pemilih, media sosial, partisipasi politik

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > KZ Law of Nations
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 13 Jul 2026 07:46
Last Modified: 13 Jul 2026 07:46
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18294

Actions (login required)

View Item View Item