PRAKTIK PEMBAGIAN HARTA WARIS MENURUT ADAT DALAM PERSPEKTIF FIKIH WARIS (Studi Kasus di Desa Paningkiran Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka)

Dhoifullah Fakhry, (2026) PRAKTIK PEMBAGIAN HARTA WARIS MENURUT ADAT DALAM PERSPEKTIF FIKIH WARIS (Studi Kasus di Desa Paningkiran Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka). Bachelor thesis, S1- Hukum Keluarga Islam UIN SSC.

[img] Text
2008201068_1_cover.pdf

Download (936kB)
[img] Text
2008201068_2_bab1.pdf

Download (503kB)
[img] Text
2008201068_6_bab5.pdf

Download (218kB)
[img] Text
2008201068_7_dafpus.pdf

Download (275kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik pembagian harta waris menurut adat yang masih berkembang di Desa Paningkiran Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka. Dalam praktiknya, masyarakat lebih mengutamakan musyawarah dan kesepakatan keluarga dalam pembagian harta waris dibandingkan penerapan hukum waris Islam secara penuh sebagaimana yang diatur dalam fikih waris. Pembagian harta waris sering dilakukan secara sama rata antara laki-laki dan perempuan, berdasarkan kebutuhan ekonomi ahli waris, maupun berdasarkan kontribusi ahli waris terhadap pewaris semasa hidupnya. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara praktik kewarisan adat dengan ketentuan hukum waris Islam sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pembagian harta waris menurut adat di Desa Paningkiran, menganalisis praktik tersebut dalam perspektif fikih waris Islam, serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat masih mempertahankan sistem kewarisan adat dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian terdiri dari data primer yang diperoleh dari masyarakat, tokoh agama, dan perangkat desa, serta data sekunder yang diperoleh dari jurnal, Kompilasi Hukum Islam, dan literatur lain yang berkaitan dengan hukum waris Islam dan hukum adat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembagian harta waris di Desa Paningkiran masih dipengaruhi oleh adat dan kebiasaan masyarakat setempat yang diwariskan secara turun-temurun. Pembagian harta waris dilakukan melalui musyawarah keluarga dengan mengedepankan asas kekeluargaan dan kesepakatan bersama. Dalam perspektif fikih waris, praktik tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan farā‘iḍ apabila dilakukan tanpa memperhatikan hak masing masing ahli waris sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an dan Hadis. Namun demikian, praktik pembagian warisan secara adat dapat dibenarkan apabila dilakukan atas dasar kerelaan dan persetujuan seluruh ahli waris setelah mengetahui hak masing-masing menurut hukum Islam. Faktor utama masyarakat masih mempertahankan sistem kewarisan adat adalah karena kuatnya pengaruh budaya dan tradisi, kurangnya pemahaman mengenai hukum waris Islam, serta keinginan menjaga keharmonisan keluarga. Kata kunci : Kewarisan Adat, Fikih Waris, Islah.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: Eka Cahya Nugraha
Date Deposited: 14 Jul 2026 05:06
Last Modified: 14 Jul 2026 05:06
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18383

Actions (login required)

View Item View Item