Fenomena Marriage Is Scary Pada Generasi Z Di Media Sosial Pendekatan Hukum Islam Dan Psikologis.

Salma Mis Aziziah, (2026) Fenomena Marriage Is Scary Pada Generasi Z Di Media Sosial Pendekatan Hukum Islam Dan Psikologis. Bachelor thesis, S1- Hukum Keluarga Islam UIN SSC.

[img] Text
2283110047_1_cover.pdf

Download (789kB)
[img] Text
2283110047_2_bab1.pdf

Download (510kB)
[img] Text
2283110047_6_bab5.pdf

Download (196kB)
[img] Text
2283110047_7_dafpus.pdf

Download (232kB)

Abstract

Fenomena “Marriage Is Scary” di kalangan generasi z di media sosial muncul akibat dominasi narasi negatif seperti perselingkuhan, kekerasan rumah tangga, dan perceraian yang membentuk persepsi bahwa pernikahan penuh risiko. kondisi ini menimbulkan rasa takut, keraguan, dan ketidakpercayaan terhadap institusi pernikahan serta menggeser makna dan nilai pernikahan di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: pertama, bagaimana fenomena “Marriage Is Scary” pada generasi z di media sosial; kedua, bagaimana hukum Islam memandang fenomena tersebut; dan ketiga, mengapa generasi z mengalami “Marriage Is Scary” ditinjau dari perspektif psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian yuridis sosiologis dan pendekatan fenomenologi. Sumber data yaitu Data primer diperoleh melalui wawancara daring dengan 10 informan dari kalangan generasi z menggunakan teknik purposive sampling serta observasi konten di media social yang berkaitan dengan fenomena “Marriage Is Scary” di platform media social seperti tiktok dan twitter atau x, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan jurnal ilmiah, serta literatur yang relevan dengan hukum islam dan psikologis. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan metode interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, fenomena “Marriage Is Scary” pada Generasi Z terbentuk akibat dominasi narasi negatif di media sosial yang membangun persepsi bahwa pernikahan penuh risiko sehingga menimbulkan sikap takut dan ragu. Kedua, dalam perspektif hukum Islam, fenomena ini dapat dipahami sebagai bentuk kehati-hatian yang dibenarkan selama tidak berlebihan dan tetap diarahkan pada kesiapan menikah yang matang sesuai dengan kafa’ah, maka hukumnya mubah. Ketiga, dari perspektif psikologis, fenomena ini dipengaruhi oleh trauma dan pengalaman masa lalu yang membentuk insecure attachment, sehingga memunculkan rasa takut, sulit percaya, dan keraguan dalam membangun komitmen pernikahan. Kata kunci: Marriage Is Scary; Generasi Z; media sosial; hukum keluarga islam; psikologi; attachment theory.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syahsyiyyah)
Depositing User: Eka Cahya Nugraha
Date Deposited: 14 Jul 2026 07:27
Last Modified: 14 Jul 2026 07:27
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18426

Actions (login required)

View Item View Item