Muhammad Taufik Hidayat, (2026) ANALISIS PENERAPAN UPAH HOME INDUSTRY KERUPUK HIKMAH KECAMATAN KESAMBI KOTA CIREBON PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2020 TENTANG CIPTA KERJA. Bachelor thesis, S1-Hukum Ekonomi Syariah UIN SSC.
|
Text
2283120074_1_cover.pdf Download (890kB) |
|
|
Text
2283120074_2_bab1.pdf Download (460kB) |
|
|
Text
2283120074_6_bab5.pdf Download (241kB) |
|
|
Text
2283120074_7_dafpus.pdf Download (249kB) |
Abstract
Industri kecil, termasuk home industry memiliki peran strategis sebagai salah satu penopang utama dalam sistem ekonomi kerakyatan. Home industry dipahami sebagai bentuk usaha berskala kecil yang menitikberatkan pada kegiatan produksi barang dan dijalankan di lingkungan rumah tangga, sehingga kerap dikategorikan sebagai industri rumah tangga. Pengelolaan usaha ini umumnya dilakukan oleh anggota keluarga, dengan melibatkan partisipasi masyarakat sekitar, seperti kerabat maupun tetangga, sebagai tenaga kerja pendukung. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi tiga aspek utama yaitu, implementasi dan dampak penerapan upah pekerja home industry Kerupuk Hikmah Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, analisis Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 terhadap penerapan upah pekerja home industry Kerupuk Hikmah Kecamatan Kesambi Kota Cirebon, dan peran dinas ketenagakerjaan dalam pengawasan pemberian upah dibawah upah minimum kota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Teknik pengumpulan data dapat berasal dari berbagai sumber dan menggunakan beragam metode, seperti observasi, wawancara, maupun analisis dokumen tertulis, gambar dan materi lainnya yang relevan untuk mendukung proses penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan oleh Dinas Ketenagakerjaan dilakukan secara terstruktur dengan pendekatan empiris melalui tahapan perencanaan, inspeksi, evaluasi, dan pelaporan, serta didukung fungsi mediasi sebagai mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang efektif dan ekonomis. Namun, pelaksanaannya belum optimal akibat keterbatasan jumlah pengawas, luasnya cakupan wilayah, serta rendahnya partisipasi pelaporan dari pekerja. Mekanisme pengupahan pada Home Industry Kerupuk Hikmah mencerminkan pola sektor informal yang mengedepankan fleksibilitas sebagai strategi keberlangsungan usaha di tengah keterbatasan sumber daya dan fluktuasi pasar. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 merefleksikan pergeseran kebijakan pengupahan ke arah fleksibilitas dengan mempertimbangkan keberlanjutan usaha mikro. Namun, dalam praktiknya, seperti pada Home Industry Kerupuk Hikmah, penerapannya belum sepenuhnya selaras dengan prinsip keadilan dan kelayakan upah. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan normatif regulasi dan realitas di lapangan, khususnya dalam menjamin pemenuhan standar upah minimum serta kesejahteraan pekerja. Kata kunci: Home Industry, Sistem Pengupahan, Upah dan Undang-Undang Cipta Kerja
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam > Hukum Ekonomi Islam (Muamalah) |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 17 Jul 2026 03:04 |
| Last Modified: | 17 Jul 2026 03:04 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/18913 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

