Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough Terhadap Hegemoni Kekuasaan Media Tempo dan Media Indonesia dalam Berita Pidato Presiden Prabowo Subianto dan Pemanfaatannya sebagai Video Pembelajaran

Bintang Anugrah Ramadhan, (2026) Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough Terhadap Hegemoni Kekuasaan Media Tempo dan Media Indonesia dalam Berita Pidato Presiden Prabowo Subianto dan Pemanfaatannya sebagai Video Pembelajaran. Bachelor thesis, S1- Tadris bahasa Indonesia.

[img] Text
2281100035_1_cover.pdf

Download (969kB)
[img] Text
2281100035_2_bab1.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2281100035_6_bab5.pdf

Download (213kB)
[img] Text
2281100035_7_dafpus.pdf

Download (353kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan konstruksi wacana dalam pemberitaan pidato Presiden Prabowo Subianto terkait demonstrasi pada media Tempo dan Media Indonesia. Pidato presiden dalam situasi krisis sosial tidak hanya berfungsi sebagai pernyataan politik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan makna, legitimasi kekuasaan, serta pengendalian opini publik melalui bahasa. Media massa kemudian mereproduksi pidato tersebut dengan kecenderungan yang berbeda sesuai dengan posisi dan orientasi pemberitaannya. Untuk mengetahui permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk hegemoni kekuasaan dalam berita pidato Presiden Prabowo Subianto pada media Tempo dan Media Indonesia berdasarkan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough serta mendeskripsikan pemanfaatannya sebagai video pembelajaran teks berita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Sumber data penelitian berupa enam berita dari media Tempo dan Media Indonesia yang memuat pidato Presiden Prabowo Subianto terkait demonstrasi. Data penelitian berupa kutipan-kutipan berita yang mengandung indikasi hegemoni kekuasaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik dasar sadap, teknik simak bebas libat cakap, teknik catat, dokumentasi, studi pustaka, dan penyebaran angket. Analisis data dilakukan menggunakan model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang meliputi tiga dimensi, yaitu dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial-budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 40 data yang mengandung bentuk hegemoni kekuasaan, terdiri atas 20 data dari Tempo dan 20 data dari Media Indonesia. Bentuk hegemoni yang ditemukan meliputi legitimasi kekuasaan, kriminalisasi demonstran, produksi persetujuan sosial, kontestasi atau resistensi terhadap narasi kekuasaan, penguatan aparat negara, dan narasi stabilitas nasional. Tempo cenderung membuka ruang kritik terhadap narasi negara melalui kehadiran suara masyarakat sipil, pakar, dan perspektif hak asasi manusia. Sementara itu, Media Indonesia lebih dominan menampilkan legitimasi negara, penguatan aparat, ketertiban, keamanan, dan stabilitas nasional. Hasil penelitian ini dimanfaatkan sebagai video pembelajaran teks berita untuk membantu peserta didik membedakan fakta, opini, dan sudut pandang pemberitaan secara kritis. Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, hegemoni kekuasaan, Norman Fairclough, pemberitaan politik, video pembelajaran.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Pendidikan > Pendidikan (Umum) > Pengembangan Bahan Ajar
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > 10. Tadris Bahasa Indonesia
Depositing User: Eka Cahya Nugraha
Date Deposited: 24 Jul 2026 03:21
Last Modified: 24 Jul 2026 03:21
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19253

Actions (login required)

View Item View Item