MANUSIA, DATA, DAN ABSURDITAS: KRITIK CAMUSIAN TERHADAP DATAISME YUVAL NOAH HARARI

Wahyu Hidayattulloh, (2026) MANUSIA, DATA, DAN ABSURDITAS: KRITIK CAMUSIAN TERHADAP DATAISME YUVAL NOAH HARARI. Bachelor thesis, S1- AFI.

[img] Text
2285120012_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2285120012_2_bab1.pdf

Download (625kB)
[img] Text
2285120012_6_bab5.pdf

Download (175kB)
[img] Text
2285120012_7_dafpus.pdf

Download (424kB)

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan perubahan mendasar dalam kehidupan manusia kontemporer melalui dominasi sistem algoritmik dan pengolahan data dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Paradigma Dataisme yang dikemukakan oleh Yuval Noah Harari memperlihatkan kecenderungan memahami realitas sebagai jaringan informasi yang dapat dikumpulkan, dianalisis, dan dioptimalkan melalui sistem data. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi perkembangan teknologi, tetapi juga membentuk cara manusia digital mengalami dunia, membangun identitas, dan memahami keberadaannya di tengah kehidupan algoritmik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kehidupan algoritmik manusia digital dalam paradigma Dataisme melalui perspektif absurditas Albert Camus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data penelitian diperoleh dari karya-karya Yuval Noah Harari mengenai Dataisme dan pemikiran Albert Camus mengenai absurditas, pemberontakan, dan eksistensi manusia. Analisis dilakukan secara filosofis dengan menggunakan perspektif Camusian untuk membaca transformasi pengalaman manusia digital dalam masyarakat algoritmik kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan algoritmik menciptakan pergeseran pengalaman manusia digital melalui logika keterhubungan, personalisasi, validasi virtual, dan keterukuran data. Kehidupan manusia semakin dimediasi oleh sistem algoritmik yang mengatur arus informasi, pola perhatian, serta pengalaman digital sehari-hari. Dalam perspektif Camusian, kondisi tersebut memperlihatkan transformasi bentuk absurditas dalam masyarakat digital. Absurditas tidak lagi hadir terutama melalui kesunyian eksistensial, tetapi melalui ritme kehidupan digital yang repetitif, hiperaktif, dan berlangsung tanpa ruang refleksi yang memadai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persoalan utama kehidupan algoritmik terletak pada kecenderungan reduksi manusia ke dalam representasi data dan logika sistem digital yang semakin mendominasi pengalaman hidup manusia.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Filsafat Agama
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 28 Jul 2026 07:23
Last Modified: 28 Jul 2026 07:23
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19305

Actions (login required)

View Item View Item