Vipaldi Desta Alfarizi, (2026) ANALISIS DETERRITORIALISASI IDENTITAS PERSPEKTIF DELEUZE DALAM NOVEL MATAHARI DI BALIK BUKIT PARTISAN KARYA CUMBU SIGIL. Bachelor thesis, S1- AFI.
|
Text
2285120025_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2285120025_2_bab1.pdf Download (416kB) |
|
|
Text
2285120025_6_bab5.pdf Download (375kB) |
|
|
Text
2285120025_7_dafpus.pdf Download (295kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis deterritorialisasi identitas dalam novel Matahari di Balik Bukit Partisan karya Cumbu Sigil melalui perspektif filsafat Gilles Deleuze. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kritik terhadap konsep subjek modern yang dipahami sebagai entitas rasional, stabil, dan memiliki identitas tetap sebagaimana diwariskan oleh tradisi filsafat Pencerahan. Novel ini dipilih karena menghadirkan tokoh utama yang secara terus-menerus menolak keterikatan terhadap identitas sosial, politik, maupun ideologis, serta memandang identitas sebagai bentuk jebakan dan mekanisme kontrol kekuasaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan filsafat post-strukturalis. Adapun metode analisis yang digunakan adalah rhizomatic reading yang dikembangkan dari konsep rizoma Deleuze dan Félix Guattari. Metode ini digunakan untuk membaca teks secara non-linear dengan menelusuri hubungan antarfragmen, pergeseran makna, dan proses becoming yang muncul dalam novel. Data penelitian berupa kutipan-kutipan naratif dan dialog tokoh yang menunjukkan proses difference, repetition, becoming, dan deterritorialisasi identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas dalam novel Matahari di Balik Bukit Partisan tidak dipahami sebagai esensi yang tetap, melainkan sebagai konstruksi yang cair dan selalu berada dalam proses pembentukan serta pembongkaran. Pada tahap difference, tokoh utama mulai mempertanyakan identitas yang dilekatkan kepadanya. Pada tahap repetition, tokoh menjalani perpindahan identitas dan pekerjaan secara berulang tanpa menghasilkan stabilitas diri. Selanjutnya, pada tahap becoming, subjek mengalami proses “menjadi-lain” yang membuat identitas kehilangan bentuk tetapnya. Puncaknya, deterritorialisasi identitas tampak melalui penolakan total terhadap segala bentuk identitas yang dapat digunakan oleh kekuasaan untuk mengawasi dan mengontrol individu. Penelitian ini juga menemukan bahwa kritik terhadap identitas dalam novel memiliki relevansi reflektif dengan pemikiran Nasr Hamid Abu Zayd mengenai kritik terhadap absolutisme tafsir dalam agama. Sebagaimana identitas sosial dapat membeku menjadi instrumen kontrol, tafsir keagamaan yang diposisikan sebagai kebenaran tunggal juga berpotensi melahirkan eksklusivisme dan konflik. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Matahari di Balik Bukit Partisan merupakan bentuk kritik filosofis terhadap konsep subjek esensial dan identitas yang stabil. Kebebasan dalam novel ini tidak ditemukan melalui penegasan identitas, melainkan melalui kemampuan subjek untuk melepaskan diri dari struktur identitas yang membatasi.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Filsafat Agama |
| Depositing User: | H. Tohirin S.Ag |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 07:47 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 07:47 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19312 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

