EPISTEMOLOGI KRITIK AKSIN WIJAYA TERHADAP NALAR TAFSIR GENDER

MARWAH FITRIYA, (2026) EPISTEMOLOGI KRITIK AKSIN WIJAYA TERHADAP NALAR TAFSIR GENDER. Bachelor thesis, S1- IAT.

[img] Text
2108304091_1_cover.pdf

Download (562kB)
[img] Text
2108304091_2_bab1.pdf

Download (456kB)
[img] Text
2108304091_6_bab5.pdf

Download (258kB)
[img] Text
2108304091_7_dafpus.pdf

Download (324kB)

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis epistemologi nalar kritik Aksin Wijaya terhadap tafsir gender dalam kajian Al-Qur’an. Fokus utama penelitian diarahkan pada cara Aksin mempersoalkan klaim objektivitas dan kesakralan tafsir gender yang selama ini berkembang dalam tradisi keilmuan Islam. Signifikansi penelitian ini terletak pada upaya memperluas kajian tafsir dari sekadar analisis tekstual menuju kritik epistemologi yang menyingkap relasi antara pengetahuan, ideologi dan kekuasaan dalam praktik penafsiran. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pembaruan studi tafsir Al-Qur’an kontemporer, khususnya dalam isu keadilan gender. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga pertanyaan utama: bagaimana makna tafsir gender dalam perspektif Aksin Wijaya, bagaimana metodologi kritik yang digunakan Aksin dalam membaca nalar tafsir gender, serta bagaimana implikasi teoretis dari kritik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Kerangka analisis yang digunakan adalah Teori Kritis Mazhab Frankfurt untuk membaca pemikiran Aksin Wijaya secara epistemologis, dengan metode analisis kritis terhadap karya-karya Aksin Wijaya, khususnya yang berkaitan dengan kritik nalar tafsir gender, serta literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aksin Wijaya memaknai tafsir gender sebagai konstruksi pengetahuan keagamaan yang bersifat historis, kontekstual dan tidak netral. Metodologi kritik Aksin diarahkan pada pembongkaran klaim objektivitas dan penyakralan tafsir klasik, serta ideologi gender dalam melegitimasi dominasi patriarki. Kritik tersebut berorientasi pada emansipasi dan mendorong terbentuknya nalar tafsir yang dialogis, inklusif dan peka terhadap realitas sosial. Secara teoretis, pemikiran Aksin berimplikasi pada penguatan epistemologi tafsir kritis yang menempatkan tafsir sebagai praktik keilmuan yang bertanggung jawab secara sosial dan etis serta menolak penggunaan tafsir sebagai alat legitimasi ketidakadilan gender.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 28 Jul 2026 08:34
Last Modified: 28 Jul 2026 08:34
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19324

Actions (login required)

View Item View Item