MAKNA SIMBOLIK PEMBACAAN FRAGMEN AL-QURAN DALAM TRADISI ANDON MANGAN DI SITUS KI BUYUT SLANGIT: ANALISIS INTERPRETATIF CLIFFORD GEERTZ

Putri Umiyati, (2026) MAKNA SIMBOLIK PEMBACAAN FRAGMEN AL-QURAN DALAM TRADISI ANDON MANGAN DI SITUS KI BUYUT SLANGIT: ANALISIS INTERPRETATIF CLIFFORD GEERTZ. Bachelor thesis, S1- IAT.

[img] Text
2285130048_1_cover.pdf

Download (738kB)
[img] Text
2285130048_2_bab1.pdf

Download (700kB)
[img] Text
2285130048_6_bab5.pdf

Download (325kB)
[img] Text
2285130048_7_dafpus.pdf

Download (346kB)

Abstract

Tradisi Andon Mangan di Desa Slangit merupakan ekspresi rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat kehidupan yang diwujudkan melalui kegiatan makan bersama di Situs Ki Buyut Slangit. Praktik ini tidak hanya bermakna sosial, tetapi juga mengandung dimensi religius dengan adanya pembacaan fragmen ayat suci Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik di baliknya menggunakan analisis interpretatif Clifford Geertz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan informan kunci (juru kunci, tokoh adat, tokoh agama, dan pelaku tradisi), serta studi dokumentasi. Analisis data menerapkan konsep Thick Description (deskripsi mendalam) dari Clifford Geertz guna menafsirkan makna di balik tindakan, simbol lisan, dan simbol material dalam tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi Andon Mangan rutin dilaksanakan pada hari Senin dan Jumat setelah waktu Asar, dengan tata ruang yang terbagi menjadi tiga zona (ruang makam sakral, ruang tengah, dan teras). Rangkaian tradisi meliputi gotong royong (ngerewangi), pelaporan niat oleh Juru Kunci, pembacaan fragmen Al-Qur’an (seperti Al�Fatihah, Yasin, Al-Ikhlas, dan Al-Baqarah), hingga penyantapan hidangan patokan seperti tumpeng putih dan ayam panggang, buah, roti asrep, air putih. Melalui analisis Geertz, tradisi ini teridentifikasi sebagai jaring-jaring makna (webs of significance) yang mengintegrasikan nilai teologis Al�Qur’an, khususnya QS. Ibrahim: 7, dengan kosmologi lokal. Simbol lisan dan material bekerja secara dialektis sebagai model of dan model for realitas, yang mengonstruksi suasana batin (moods) yang khusyuk, membangun dorongan bertindak (motivations) untuk senantiasa bersyukur, serta dibalut oleh legitimasi keyakinan (aura of factuality) yang kuat di tengah masyarakat Desa Slangit.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 30 Jul 2026 05:34
Last Modified: 30 Jul 2026 05:34
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19379

Actions (login required)

View Item View Item