PENAFSIRAN SAHL AL-TUSTARI TERHADAP AYAT AYAT RAHMAH: ANALISIS HERMENEUTIKA HANS-GEORG GADAMER

Shafa Salsabila, (2026) PENAFSIRAN SAHL AL-TUSTARI TERHADAP AYAT AYAT RAHMAH: ANALISIS HERMENEUTIKA HANS-GEORG GADAMER. Bachelor thesis, S1- IAT.

[img] Text
2285130050_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2285130050_2_bab1.pdf

Download (556kB)
[img] Text
2285130050_6_bab5.pdf

Download (264kB)
[img] Text
2285130050_7_dafpus.pdf

Download (290kB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya anomali statistik dalam Tafsīr al-Qur‟ān al-ʿAẓīm karya Sahl bin ʿAbdullāh al-Tustarī, di mana dari sekitar 400 kali kemunculan lafaz Raḥmah di dalam Al-Qur'an, al-Tustarī secara selektif hanya memberikan penafsiran esoterik (bāṭinī/isyārī) pada 9 ayat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan karakteristik penafsiran esoterik al-Tustarī dan membongkar konstruksi makna batiniah lafaz Raḥmah tersebut dengan menggunakan pisau analisis hermeneutika Hans-Georg Gadamer. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis) terhadap teks-teks kitab tafsir utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirkuit hermeneutis Gadamer yang mencakup kesadaran sejarah, pra�pemahaman, dan penerapan bekerja secara utuh dalam penafsiran al�Tustarī. Melalui proses ini, al-Tustarī secara radikal mentransformasikan makna rahmat dari sekadar dogma eskatologis-formal masa depan menjadi sebuah intervensi spiritual aktif yang hadir secara aktual di dunia. Rahmat dikonstruksi ke dalam beberapa fungsi batiniah eksistensial, yaitu sebagai fondasi pra-amal (pre-actional foundation), instrumen revitalisasi mikrokosmos via cahaya zikir, obat penawar penyakit keterpisahan batin (at-tadāwī), imunitas spiritual (ʿiṣmah), dualitas karunia rahasia batin dan ketaatan lahiriah (as-sirr dan al-ʿain), poros stabilitas psikologis (aḥwāl) hamba melalui keseimbangan takut (khawf) dan harap (rajā'), serta alat dekonstruksi kezaliman ego spiritual (al-ẓulm al-rūḥī). Melalui peleburan cakrawala (fusion of horizons), penafsiran klasik al-Tustarī terbukti melompat melampaui sekat zamannya dan memberikan kontribusi etis�terapeutik yang sangat aktual sebagai resolusi terhadap krisis kesehatan mental, alienasi spiritual, dan kecemasan eksistensial masyarakat kontemporer.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 30 Jul 2026 05:47
Last Modified: 30 Jul 2026 05:47
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19382

Actions (login required)

View Item View Item