Dian Yustika Sopian, (2026) AKURASI ARAH KIBLAT MASJID/MUSALA DI RUANG PUBLIK KECAMATAN SUBANG KABUPATEN SUBANG BERDASARKAN MIZWALLA & GOOGLE EARTH. Bachelor thesis, S1-Ilmu Falak UIN SSC.
|
Text
2283140009_1_cover.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
2283140009_2_bab1.pdf Download (628kB) |
|
|
Text
2283140009_6_bab5.pdf Download (251kB) |
|
|
Text
2283140009_7_dafpus.pdf Download (292kB) |
Abstract
Arah kiblat merupakan salah satu syarat sah salat yang memiliki dimensi teologis sekaligus normatif yang sangat esensial. Ketidaktepatan dalam penentuannya dapat berimplikasi langsung terhadap kualitas ibadah umat Islam. Fenomena deviasi arah kiblat masih ditemukan pada sejumlah masjid dan musala di ruang publik Kecamatan Subang, yang umumnya ditentukan dengan metode sederhana atau berbasis perkiraan tanpa verifikasi falakiyah. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penelitian: (1) bagaimana metode penentuan arah kiblat yang digunakan di masjid/musala ruang publik Kecamatan Subang ditinjau dari perspektif ilmu falak; (2) bagaimana tingkat akurasi arah kiblat berdasarkan pengukuran falakiyah; dan (3) bagaimana perspektif hukum Islam terhadap hasil pengukuran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dua dimensi analisis, yakni konseptual dan empiris. Pendekatan konseptual dipakai untuk mengkaji teori falak dan kaidah fiqh mengenai kiblat, sedangkan pendekatan empiris dilakukan melalui penelitian lapangan pada enam locus masjid dan musala di ruang publik Kecamatan Subang. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dengan instrumen falak (mizwalla dan aplikasi Google Earth), wawancara dengan pengelola masjid/musala, serta dokumentasi pembangunan dan renovasi. Sementara itu, data sekunder dihimpun dari literatur ilmiah, artikel jurnal, karya akademik, dan laporan resmi Kementerian Agama. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah kiblat pada enam lokasi masjid dan musala di ruang publik Kecaman Subang yang masih dapat di toleransi deviasi nya yaitu Masjid Al-Falah memiliki deviasi terkecil sebesar 3° 23’, karena deviasi kecil yang sesuai dengan teori batas toleransi sebesar 2°-3° sedangkan lima Lokasi masjid dan musala ruang publik lainnya seperti Masjid Al-Hikmah, musala As- Syifa, Musala Alun-alun, dan Musala Al-Ma’soem menunjukkan deviasi yang tidak dapat ditoleransi yakni 5°4’ - 32°10’ karena arah kiblatnya tidak mengarah ke kawasan Ka‘bah. Dari sudut pandang hukum Islam, koreksi arah kiblat pada lokasi dengan deviasi besar menjadi keharusan agar ibadah salat benar-benar sah sesuai syarat menghadap kiblat. Dari perspektif ilmu falak, metode taqribi yang digunakan mayoritas musala tidak memenuhi standar presisi astronomis dan perlu dikoreksi dengan instrumen falakiyah modern. Kata kunci: Arah Kiblat, Mizwalla, Google Earth, Hukum Islam
| Item Type: | Thesis (Bachelor) |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam |
| Depositing User: | rosyidah rosyidah rosyidah |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 01:57 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 01:57 |
| URI: | http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19497 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

