AKURASI ARAH KIBLAT TEMPAT SALAT DI BUKIT SIKUNIR-DIENG DENGAN METODE MIZWALA QIBLA FINDER (MQF) DAN KOMPAS

Muhammad Anwar Ibrahim, (2026) AKURASI ARAH KIBLAT TEMPAT SALAT DI BUKIT SIKUNIR-DIENG DENGAN METODE MIZWALA QIBLA FINDER (MQF) DAN KOMPAS. Bachelor thesis, S1-Ilmu Falak UIN SSC.

[img] Text
2283140014_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2283140014_2_bab1.pdf

Download (633kB)
[img] Text
2283140014_6_bab5.pdf

Download (391kB)
[img] Text
2283140014_7_dafpus.pdf

Download (322kB)

Abstract

Arah kiblat merupakan syarat sah pelaksanaan ibadah salat bagi umat Islam di seluruh dunia. Di kawasan pegunungan seperti Bukit Sikunir-Dieng, penentuan arah kiblat menghadapi tantangan tersendiri akibat kondisi geografis yang berbukit, kontur tanah yang tidak rata, serta potensi gangguan medan magnet lokal yang dapat memengaruhi keakuratan alat ukur. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa musala yang tersedia di kawasan wisata tersebut belum memiliki arah kiblat yang dikalibrasi secara astronomis, sehingga terdapat risiko kemelencengan arah kiblat yang dapat berdampak pada kesempurnaan ibadah. Penelitian ini dirancang untuk menjawab dua rumusan masalah utama, yaitu: bagaimana hasil pengukuran arah kiblat tempat salat di puncak Bukit Sikunir-Dieng dengan metode Mizwala Qibla Finder (MQF) dan metode Kompas, serta seberapa besar tingkat akurasi dan perbedaan hasil antara kedua metode tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian empiris (field research), yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung di lapangan. Sumber data primer diperoleh melalui hasil pengukuran arah kiblat di musala puncak Bukit Sikunir-Dieng menggunakan dua instrumen, yakni Mizwala Qibla Finder (MQF) dan kompas, serta wawancara dengan pengelola wisata dan tokoh agama setempat. Sumber data sekunder meliputi jurnal ilmiah, skripsi, data astronomis, data deklinasi magnetik, dan sumber normatif keagamaan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif-komparatif melalui tiga tahapan model interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, guna membandingkan hasil pengukuran serta mengevaluasi perbedaan tingkat akurasi antara kedua metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah kiblat musala di puncak Bukit Sikunir-Dieng berada pada 310°, sementara arah kiblat yang seharusnya berdasarkan perhitungan astronomis adalah 294°. Metode Mizwala Qibla Finder (MQF) menghasilkan azimuth kiblat yang konsisten sebesar 294° dengan 2 garis lurus yang sejajar dalam perhitungan sebanyak 2 kali, sehingga ditemukan deviasi 16° antara posisi musala dengan hasil pengukuran MQF. Sementara itu, metode Kompas menunjukkan hasil yang bervariasi, yaitu 270° pada pengukuran pertama dan 325° pada pengukuran kedua, menghasilkan deviasi masing-masing sebesar 40° dan 15° terhadap posisi musala, serta selisih 24° dan 31° bila dibandingkan dengan hasil MQF. Temuan ini membuktikan bahwa metode Mizwala Qibla Finder memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan metode kompas di kawasan pegunungan, karena tidak terpengaruh gangguan medan magnet. Oleh karena itu, penggunaan MQF direkomendasikan sebagai metode kalibrasi arah kiblat yang lebih tepat di wilayah dengan kondisi geografis pegunungan. Kata kunci: Mizwala Qibla Finder; Kompas; akurasi; kawasan pegunungan; ilmu falak

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 04 Aug 2026 02:07
Last Modified: 04 Aug 2026 02:07
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19501

Actions (login required)

View Item View Item