PANDANGAN ULAMA LFNU KABUPATEN CIREBON DAN PERSIS WILAYAH JAWA BARAT TERHADAP PEMBERLAKUAN KALENDER HIJRIAH GLOBAL TUNGGAL

Zayyn Azmi, (2026) PANDANGAN ULAMA LFNU KABUPATEN CIREBON DAN PERSIS WILAYAH JAWA BARAT TERHADAP PEMBERLAKUAN KALENDER HIJRIAH GLOBAL TUNGGAL. Bachelor thesis, S1-Ilmu Falak UIN SSC.

[img] Text
2283140008_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2283140008_2_bab1.pdf

Download (565kB)
[img] Text
2283140008_6_bab5.pdf

Download (379kB)
[img] Text
2283140008_7_dafpus.pdf

Download (432kB)

Abstract

Perbedaan metode hisab dan rukyat sering menimbulkan polemik akibat perbedaan metodologi, otoritas, dan landasan fikih antar organisasi Islam. Upaya penyatuan kalender Hijriah global melalui konsep Kalender Hijriah Global Tunggal yang dikembangkan Muhammadiyah mendapat tanggapan beragam dari Nahdlatul Ulama dan Persatuan Islam, terutama terkait metode penetapan awal bulan dan kesesuaiannya dengan syariat Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan perbandingan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode yang terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini dengan data primer yaitu melalui wawancara dan dokumentasi serta sumber data sekunder yaitu dengan menggali data-data dari berbagai literatur yang berhubungan dengan objek penelitian. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa LFNU Kab. Cirebon dan DHR Persis berpendapat bahwa persatuan umat harus dibangun di atas kepatuhan terhadap syariat, dengan rukyat tetap menjadi dasar utama penentuan awal bulan Hijriah dan hisab berfungsi sebagai alat bantu. Perbedaan pandangan antara LFNU Kab. Cirebon dan DHR Persis yaitu perbedaan pemahaman terhadap dalil syariat, rukyat, matla’, dan konsep persatuan umat. KHGT berupaya mewujudkan persatuan melalui kalender Hijriah global berbasis hisab dengan prinsip satu hari satu tanggal. Sementara itu, LFNU dan DHR Persis sama-sama menjadikan rukyatul hilal sebagai dasar penentuan awal bulan dan menempatkan hisab sebagai alat bantu. LFNU mempertahankan konsep matla’ wilayatul hukmi, sedangkan DHR Persis menegaskan bahwa rukyat merupakan ketentuan syar’i yang tidak dapat digantikan oleh hisab. Oleh karena itu, perbedaan pemahaman tersebut menyebabkan keduanya belum menerima penerapan KHGT sebagai sistem kalender Hijriah yang dapat diberlakukan secara global. Kata kunci: KHGT, NU, PERSIS, Persatuan, Kalender Hijriah

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam
Depositing User: rosyidah rosyidah rosyidah
Date Deposited: 04 Aug 2026 02:16
Last Modified: 04 Aug 2026 02:16
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19504

Actions (login required)

View Item View Item