POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMPERKENALKAN BAHASA BEBASAN CIREBON PADA ANAK USIA DINI DI DESA MERTAPADA KULON

MUHAMMAD KHOERUL RAHMAT, (2026) POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMPERKENALKAN BAHASA BEBASAN CIREBON PADA ANAK USIA DINI DI DESA MERTAPADA KULON. Bachelor thesis, S1- Komunikasi Penyiaran Islam.

[img] Text
2108302021_1_cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2108302021_2_bab1.pdf

Download (305kB)
[img] Text
2108302021_6_bab5.pdf

Download (256kB)
[img] Text
2108302021_7_dafpus.pdf

Download (214kB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pola komunikasi keluarga dalam memperkenalkan bahasa Bebasan Cirebon pada anak usia dini di Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. Bahasa Bebasan merupakan salah satu wujud bahasa halus masyarakat Cirebon yang sarat dengan nilai kesantunan, penghormatan, serta ajaran moral yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Fenomena menurunnya penggunaan bahasa ini di lingkungan keluarga mendorong perlunya kajian mendalam mengenai peran komunikasi keluarga dalam pelestariannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap beberapa keluarga yang masih menggunakan bahasa Bebasan Cirebon dalam interaksi sehari-hari. Analisis data dilakukan dengan menelaah pola komunikasi, bentuk interaksi verbal dan nonverbal antara orang tua dan anak, serta faktor pendukung dan penghambat proses pengenalan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang diterapkan keluarga di Desa Mertapada Kulon umumnya bersifat demokratis dan terbuka, di mana orang tua aktif memperkenalkan kosakata Bebasan melalui percakapan sehari hari. Bentuk komunikasi verbal dan nonverbal digunakan secara bersamaan untuk menanamkan nilai kesopanan dan penghormatan sosial yang terkandung dalam bahasa Bebasan. Faktor pendukung utama meliputi lingkungan sosial yang masih mempertahankan tradisi berbahasa bebasan dan kesadaran budaya orang tua, sedangkan faktor penghambatnya adalah pengaruh media digital, kurangnya pemahaman orang tua terhadap struktur bahasa bebasan, serta dominasi bahasa Indonesia dan asing di sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa pola komunikasi keluarga yang intensif, hangat, dan konsisten berperan penting dalam menjaga eksistensi bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Oleh karena itu, upaya pelestarian bahasa bebasan Cirebon perlu melibatkan peran aktif keluarga, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah melalui program revitalisasi bahasa berbasis keluarga.

[error in script]
Item Type: Thesis (Bachelor)
Subjects: Filsafat, Psikologi, Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: H. Tohirin S.Ag
Date Deposited: 11 Aug 2026 06:56
Last Modified: 11 Aug 2026 06:56
URI: http://repository.syekhnurjati.ac.id/id/eprint/19622

Actions (login required)

View Item View Item